Dosen dan Pegawai UPR Diminta Taati Tata Nilai dan Kode Etik

Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi berbincang-bincang dengan para dosen UPR usai menggelar silaturahmi dalam rangka perkuliahan semester ganjil 2019/2020 di Aula Palangka Raya, Rabu (4/9/2019).

PALANGKA RAYA – Surat edaran Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Nomor 1320 /UN24/KP/2019 tentang Tata Nilai, Budaya Kerja dan Kode Etik, disosialisasikan kepada ratusan dosen/tenaga pendidik di lingkup universitas tersebut.

Sosialisasi tersebut disampaikan langsung oleh Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi saat silaturahmi bersama pimpinan dan tenaga pendidik dalam perkuliahan semester ganjil 2019/2020 di Aula Palangka Raya, Rabu (4/9/2019).

Dalam pertemuan yang dihadiri sekitar 380 dosen ini, Rektor berharap agar surat edaran tersebut agar dipahami dan dijalani dosen hingga tenaga kontrak di lingkup UPR. Dalam surat edaran tersebut terdapat beberapa poin.

Pertama, semua jajaran di UPR agar menjaga dan menerapkan tata nilai berupa pola pikir dan aturan yang mempengaruhi tindakan serta tingkah laku pegawai seperti bersinergi, berintegritas, berinovatif, akuntabel dan profesional.

Kedua, mengembangkan budaya kerja dengan cara senantiasa menjaga nama baik UPR di masyarakat, menghindarkan diri dari perbuatan tercela yang tidak mencerminkan karakter lembaga pendidikan, senantiasa berupaya untuk bersemangat dan memajukan serta mewujudkan UPR Jaya Raya. Mengedepankan perilaku gotong royong, memberikan pelayanan sebaik-baiknya, peduli terhadap kepentingan masyarakat. Kemudian disiplin, komitmen, berdedikasi, jujur, kerja keras, iklas, berupaya meningkatkan kompetensi, melaksanakan pekerjaan, efektif, efisien dan bertanggungjawab.

Ketiga, menegakkan pelaksanaan kode etik yang meliputi etika terhadap diri sendiri, seperti menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya, bersikap proaktif, santun, menjunjung tinggi kejujuran dan kebenaran dalam setiap perbuatan, serta berpenampilan rapi dan sopan.

Etika terhadap sesama pegawai diwujudkan dalam bentuk menghormati sesama pegawai meskipun memeluk kepercayaan yang berbeda, menjalin kerja sama yang baik dan sinergis antara pimpinan dan atau bawahan serta sesama pegawai, tanggap, peduli dan saling menolong.

Selanjutnya menghargai pendapat dan hasil karya orang lain, bersikap terbuka dalam pelaksanaan tugas dan fungsi.

Rektor juga mengingat para dosen agar etika dalam berorganisasi diwujudkan dalam bentuk mematuhi SOP, bekerja inovatif dan visioner, memberikan pelayanan prima kepada masyarakat terutama mahasiswa, alumni, dan civitas akademika. Menghormati dan menghargai sesama pegawai serta orang lain, senantiasa mengapresiasi, mendukung serta saling memotivasi dalam hal positif.

Etika dalam bermasyarakat juga patut ditaati, di antaranya menghormati agama, kepercayaan, budaya dan adat istiadat orang lain, mengutamakan muyawarah dan mufakat, tidak melakukan tindakan anarkis dan provokatif, menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan, dan berperan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan.

Kemudian, etika dalam bernegara diwujudkan dengan pengamalan Pancasila, UUD 1945, menghormati lambang dan simbol negara RI, mengutamakan kepentingan bangsa dan negara daripada kepentingan pribadi dan golongan.

Dosen juga diminta memegang teguh rahasia negara dan menggunakan sumber daya secara arif dan efisien.

Keempat, diminta kepada pimpinan unit kerja secara berjenjang mengawasi implementasi surat edaran ini. (yfd/red)

Berita Terkait