Dosen di UPR Diminta Tidak Mengajukan Pindah ke Luar Daerah

Rektor: Tingkatkan Kualitas Pengajaran

Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi saat menyampaikan arahan di hadapan sejumlah dosen pada acara Pelatihan Applied Approach di aula LP3MP UPR, Selasa (20/8/2019).

PALANGKA RAYA – Semua dosen (pengajar) di lingkungan Universitas Palangka Raya (UPR) diminta terus berupa meningkatkan kualitas dirinya. Sehingga akan berimbas pula kepada peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di UPR. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan kembali menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Namun demikian, dosen di UPR diminta untuk betah, bukan malah mengajukan usulan pindah ke luar daerah Kalteng setelah berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) dan mendapatkan NIP (Nomor Induk Pegawai).

Penegasan ini disampaikan Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi di hadapan sejumlah dosen yang menjadi peserta Pelatihan Applied Approach (AA) di aula Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LP3MP) UPR, Selasa (20/8/2019).

“Sekarang grade UPR sudah meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Karena itu, para dosen juga harus berupaya meningkatkan kualitas dirinya. Saat ini masih banyak dosen di UPR yang jenjang pendidikannya S2. Ini saya dorong agar kembali kuliah mengambil Doktor, yang sudah Doktor agar ambil Guru Besar, apakah di dalam negeri maupun di luar negeri, dan akan saya berikan rekomendasi. Itu semua akan berpengaruh terhadap peningkatan grade UPR,” kata Rektor.

Tapi nantinya setelah lulus dan mendapatkan gelar Doktor, harus kembali mengabdi di UPR. Bukan malah mengusulkan pindah ke daerah lain. Misalnya, karena yang bersangkutan berasal dari Sulawesi, setelah mendapat NIP dan bergelar S2 atau S3, lalu mengusulkan pindah ke daerah asalnya dengan berbagai alasan. Jika itu yang terjadi, maka yang rugi adalah UPR dan Provinsi Kalteng secara umum.

“Sudah sering hal seperti ini terjadi. Dia melamar jadi dosen di UPR, kemudian diangkat jadi CPNS. Setelah penghapusan CPNS dan mendapatkan NIP, apalagi sudah bergelar Doktor, lalu mengajukan permohonan pindah ke daerah asalnya dengan berbagai alasan. Kenapa dulu memilih UPR? Saya tidak mau ada yang seperti itu lagi, dan saya tidak akan kabulkan permohonannya. Karena jika dikabulkan, maka UPR yang rugi,” tegas Andrie Elia.

Kepada semua dosen di UPR, Rektor meminta untuk konsen meningkatkan kualitas diri dan kualitas pengajaran. Kedepan, diyakini UPR semakin maju dan berkembang. Untuk itu, diperlukan sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas bagus.(mz/red)

Berita Terkait