Dosen UPR Berhasil Ciptakan Inovasi Mobil Angkutan

Sulmin Gumiri: Prototipe Ini Akan Dikembangkan

Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi didampingi Dr Andi Abustan dan sejumlah stafnya, mencoba prototipe mobil buatan dosen UPR untuk mengitari lingkungan sekitar Rektorat UPR, Jumat (13/9/2019) siang.

 

PALANGKA RAYA – Sebuah inovasi teknologi berupa sarana transportasi roda empat jenis mobil bak terbuka, berhasil diciptakan oleh seorang dosen pada Universitas Palangka Raya (UPR). Karya Dosen Fisika bernama Dr Andi Abustan MSi tersebut mampu membuat kagum pihak yang melihatnya. Mobil yang digerakkan dengan mesin Dompeng itu multifungsi. Dapat digunakan untuk mengangkut barang dan atau buah, maupun untuk menjangkau lokasi tertentu yang harus melalui medan sulit.

Mobil yang belum diberi nama tersebut, dicoba langsung oleh Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi untuk mengitari lingkungan sekitar Rektorat UPR, Jumat (13/9/2019) siang.

Proses ujicoba ini berlangsung aman dan lancar. Di mana Dr Andi Abustan langsung mendampingi bersama sejumlah staf rektorat.

Menurut Andi Abustan, mobil buatannya ini merupakan modifikasi menggunakan berbagai peralatan bekas sarana angkutan.

“Seperti dari mobil-mobil yang tidak digunakan lagi bahkan sudah jadi rongsokan. Itu saya beli. Lalu saya ambil beberapa bagian penting seperti gardan, gir, box dan lain sebagainya. Kemudian saya rangkai kembali agar bisa berfungsi. Semula saya berpikir bisa untuk mengangkut buah sawit, tapi kemudian berkembang dan berkembang lagi,” jelasnya.

Di tempat sama, Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Prof Dr Sulmin Gumiri MSc mengatakan, universitas merupakan pusatnya para pemikir, tempatnya orang-orang terdidik yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Nah, UPR ini sudah ditetapkan oleh Kemenristekdikti untuk fokus kepada pengembangan IPTEK dan inovasi gambut dunia. Maka salah satu produk inovasi yang menjadi tantangan UPR itu adalah bagaimana mengatasi berbagai permasalahan di lahan gambut dengan mengembangkan teknologi,” kata Sulmin Gumiri.

Seperti yang kita tahu sekarang ini, lanjutnya, lahan gambut rawan terbakar. Kalau terbakar, sulit dipadamkan. Karena tidak ada air, atau airnya susah dicapai karena harus melalui rawa-rawa. Dengan adanya mobil buatan Dosen UPR inu, diharapkan berbagai kesulitan dimaksud dapat dilalui.

“Mobil ini adalah, prototipe awal atau ide awal yang akan kita kembangkan lebih lanjut. Ini membuktikan bahwa UPR mampu menciptakan mobil yang tahan di lahan gambut dan bisa digunakan untuk membawa air memasuki kawasan lahan gambut yang terbakar,” tandasnya.

Menurut Sulmin, sebelumnya pihaknya berpikir bahwa mobil tersebut bisa digunakan unruk mengangkut buah sawit. Tapi kemudian ternyata bisa digunakan multifungsi.(mz/red)

 

Berita Terkait