Dunia Usaha Perkebunan Komitmen Bantu Pengembangan UPR

Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi didampingi tiga Wakil Rektor dan Ketua Gapki Kalteng Dwi Dharmawan didampingi jajarannya menunjukkan dokumen MoU bidang kelapa sawit usai penandatanganan di Rektorat UPR, baru-baru ini.

PALANGKA RAYA – Dunia usaha sektor perkebunan melalui Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), berkomitmen memberikan kontribusi dalam pengembangan pendidikan tinggi di Kalteng.

Wujud nyata kontribusi tersebut, ditunjukan lewat penandatanganan naskah kerja sama (MoU) antara Gapki Kalteng dengan Universitas Palangka Raya (UPR), Kamis (3/10/2019).

Usai penandatanganan, Ketua Gapki Kalteng Dwi Dharmawan kepada awak media, menjelaskan, kegiatan penandatanganan yang dilakukan, karena dunia usaha perkebunan kelapa sawit meminta bagaimana meningkatkan kerja sama dengan lembaga pendidikan tinggi, salah satunya dengan UPR.

Sebab, menurutnya, pendidikan tinggi merupakan pencetak tenaga sumber daya manusia (SDM) yang sesuai dengan bidang dan standar kompetensi dunia usaha perkebunan.

“Alangkah baiknya secara dini kita melakukan kerja sama meningkatkan kompetensi mahasiswa. Harapan kami, dunia usaha lain juga bisa bekerja sama dengan UPR dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa sesuai dengan bidang usahanya,” tuturnya.

Terlebih dengan adanya Prodi Sawit yang akan didirikan UPR, tambah Dwi Dharmawan, pihaknya tentu menyambut baik dan sangat mendukungnya. Karena secara umum, apapun komoditas kelapa sawit, sudah cukup besar di Indonesia.

Terpisah, Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi menuturkan, dalam mengembangkan UPR pihaknya berusaha melakukan kerja sama dengan berbagai pelaku kepentingan maupun dunia usaha. Sebab dalam membangun UPR, tidak akan mampu jika hanya dilaksanakan sendiri.

“Oleh karena itu, kami meminta dunia usaha perkebunan melalui organisasi yang menaunginya, yakni Gapki. Kerja sama yang dilakukan ini bertujuan agar dunia usaha memberikan kontribusi dalam membangun UPR,” tukasnya.

Kontribusi dimaksud bukan dalam bentuk uang, tetapi kontribusi dalam bentuk pemberian beasiswa, pembangunan laboratorium penelitian, pembangunan sarana prasarana, dan lain-lain. (il/red)

Berita Terkait