Heru: Pendidikan Bela Negara Masuk Kurikulum Pendidikan

Heru Setiawan

PALANGKA RAYA – Melihat perkembangan Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 di dunia pendidikan yang dialami generasi muda, khususnya mahasiswa, maka perlu strategi pengembangan karakter bangsa. Salah satunya melalui kurikukum pendidikan bela negara.

Hal ini disampaikan Komandan Komando Resimen Mahasiswa Maharaya Kalimantan Tengah saat menjadi Pemateri Seminar Bela Negara yang dilaksanakan HMI Komisariat FISIP UPR di Aula Palangka Universitas Palangka Raya, Selasa (5/11/2019).

“Pendidikan Bela Negara agar masuk pada kurikulum pendidikan di PTN/PTS dan pelajar SLTA,” ucap mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa universitas Palangka Raya ini.

Lebih lanjut, Heru memaparkan bahwa ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan untuk Indonesia maju cukup berat. Negara Indonesia dengan 17.504 pulau, suku bangsa 1.331, bahasa daerah 652 bahasa dan 6 agama telah di satukan dalam sumpah pemuda dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Ancaman nyata saat ini, kemiskinan dan kesenjangan, penyalahgunaan Narkoba, KKN , terorisme dan inteloransi,” papar heru seraya mengatakan salah satu solusi perlunya penguatan karakter bangsa dan bela negara menghadapi Revolusi Industri 4.0.

‘Penguatan Karakter bangsa pada bela negara termaktub pada butir butir Pancasila,” pungkas Heru.(yfd/red)

 

Berita Terkait