Ini Akibatnya Jika Prodi Tidak Terakreditasi

Prof DR Suandi Sidauruk MPd

PALANGKA RAYA – Wakil Rektor Bidang Hukum, Organisasi, SDM, dan Kemahasiswaan Universitas Palangka Raya (UPR), Prof DR Suandi Sidauruk MPd menyebut, akan ada akibat yang harus ditanggung fakultas jika salah satu Program Studinya (Prodi) tidak terakreditasi. Akibat dimaksud, yakni mahasiswanya tidak dapat diwisuda.

“Sekarang ada kasus, akibat akreditasinya rendah, ada salah satu Prodi yang mahasiswanya terpaksa ditunda prosesi wisudanya. Seharusnya dalam waktu dekat, mahasiswa ini sudah bisa diwisuda,” ujar Prof Suandi Sidauruk kepada uprjayaraya.com.

Penyebabnya, Rektor UPR DR Andrie Elia SE MSi meminta agar salah satu Prodi tersebut dapat segera meningkatkan akreditasinya. Setelah itu, barulah mahasiwanya dapat diwisuda.

“Kalau kita tetap ngotot mau mewisuda mahasiswa ini, ibarat kepala kita lepas tapi ekor kita pegang. Itu yang tidak bagus, dan kasihan mahasiswanya,” kata Suandi Sidauruk.

Dalam hal akreditasi, tambahnya, Rektor UPR sudah menggenjot, serta sudah mengingatkan kepada masing-masing pejabat di fakultas. Bahkan sebagai upaya meningkatkan akreditasi, pihak Rektorat sudah menganggarkan maksimal Rp100 juta untuk meningkatkan satu akreditasi.

Dengan demikian, bagi pihak berkepentingan tidak perlu ragu soal dana untuk akreditasi.

“Dalam meningkatkan akreditasi ini, Pak Rektor tidak mau main-main. Kemarin sampai ngomong, kalau ada Doktor, baik itu keluarga, teman atau siapapun yang mau pindah ke sini (UPR), saya (Rektor) yang akan urus. Itu dilakukan, demi akreditasi,” tutupnya. (redaksi)

Berita Terkait