Ini Lima Tahapan dalam Meneliti Bajakah

Fatmaria SFarm MFarm Apt, salah seorang tim peneliti Bajakah dari FK UPR.

PALANGKA RAYA – Tim Peneliti Bajakah dari Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya (FK UPR) menyebut, ada lima tahapan yang akan dilakukan dalam meneliti kandungan Bajakah. Kayu Bajakah yang digunakan, yakni jenis Bajakah Lamei.

“Tahap I, tahun ini (2019) kita akan determinasi dulu Bajakah Lamei itu apa Taksonominya, dilakukan screening senyawa aktifnya apa, dan dilanjutkan dengan In Vitro atau uji aktivitas kanker payudaranya,” ujar salah seorang tim peneliti Bajakah dari FK UPR Fatmaria SFarm MFarm Apt, Kamis (22/8/2019).

Setelah data in vitro didapat, di tahun berikutnya atau tahap II, akan dilakukan In Vivo atau penelitian pada hewan coba. Pada hewan coba berupa tikus nantinya, akan disuntikkan sel kanker payudara yang mirip dengan sel kanker manusia untuk diteliti.

Kemudian tahap III, tambah Fatmaria, dilakukan Uji Toksisitas. Uji toksisitas, dilakukan untuk mengetahui apakah dengan dosis tertentu kandungan Bajakah itu beracun, mematikan, dan lainnya.

“Setelah mendapat hasil lengkah dari uji in vitro, in vivo, dan toksisitas, tahapan berikutnya atau tahap IV masuk dalam penelitian Uji Klinis kepada manusia penderita kanker,” jelasnya.

Menurutnya, jika diujicoba kepada manusia dengan dosis yang ditentukan aman, maka proses selanjutnya menemukan formula Bajakah Lamei yang terstandar atau tahap V penelitian.

Sementara, apabila kandungan dalam Bajakah Lamei benar mampu membunuh sel kanker, dan ujicoba yang dilakukan berhasil, proses selanjutnya tim akan melakukan ekstraksi terhadap kandungan Bajakah.

“Tujuannya, untuk menangkap senyawa-senyawa target yang memang berperan untuk kanker payudara. Dari ekstrak itu nantinya, pengemasan bentuk sediaannya paling memungkinkan dalam bentuk kapsul untuk dikonsumsi,” pungkas Fatmaria SFarm MFarm Apt. (il/red)

 

Berita Terkait