JIMSU Usulkan Pendirian Asrama Mahasiswa Asal Sumut di UPR

Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi saat menyampaikan paparannya tentang kondisi UPR pada acara Diseminasi Kepemudaan JIMSU Kalteng 2019 di Aula Palangka UPR, Sabtu (26/10/2019).

PALANGKA RAYA – Ketua Jaringan Intelektual Muda Sumatera Utara (JIMSU) Kalteng, Olotua Sinaga ST, mengucapkan terima kasih kepada perguruan tinggi yang ada di Kota Palangka Raya ini, terlebih kepada Universitas Palangka Raya (UPR). Karena UPR telah mendidik generasi muda Sumatera Utara (Sumut) yang berkuliah maupun yang telah lulus dari UPR.

Terkait banyaknya mahasiswa asal Sumut yang kuliah di UPR,
JIMSU Kalteng meminta perkenan UPR agar diberikan space dan diizinkan membangun asrama di areal tanah milik UPR.

Permintaan itu disampaikan Olotua Sinaga di hadapan Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi pada acara Diseminasi Kepemudaan JIMSU Kalteng 2019 di Aula Palangka UPR, Sabtu (26/10/2019).

“Kami sangat mengharapkan agar kiranya mendapat space untuk membangun asrama di areal tanah milik UPR. Mengingat, banyaknya mahasiswa asal Sumut yang mengenyam kuliah di UPR,” harap Olotua pada acara yang juga dihadiri Wakil Rektor Bidang Hukum, Organisasi, SDM dan Kemahasiswaan Prof Dr Suandi Sidauruk MPd, Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul RK Siregar dan sejumlah undangan lainnya.

Berkenaan dengan rencana pendirian asrama mahasiswa asal Sumut ini, ungkap Olotua Sinaga, beberapa pemerintah daerah di Provinsi Sumut sudah ada menyatakan siap mendukung dengan bentuk kerja sama.

Menurut dia, pemerintah daerah di Sumut juga sangat mendukung anak-anak asal Sumut yang kuliah di luar daerah, termasuk di UPR. Perhatian itu dibuktikan dengan memberikan berbagai beasiswa, seperti beasiswa Bidik Misi dan lainnya.

Menanggapi permintaan JIMSU Kalteng, Rektor UPR menyambut baik, mengingat lahan di lingkungan UPR masih cukup luas.

“Itu akan dibahas selanjutnya, apakah nanti kita laksanakan dalam bentuk kerja sama atau lainnya,” kata Andrie Elia.

Dia mengakui, sekarang ini banyak anak-anak dari berbagai provinsi luar Kalteng yang kuliah di UPR. Bahkan dari Pulau Sumatera saja, jumlahnya hampir 6.000 orang. Mereka berhasil masuk ke UPR setelah melalui tiga jalur seleksi penerimaan mahasiswa secara nasional yakni SBMPTN, SNMPTN dan SMMPTN.

“Berikan beasiswa bagi mahasiswa asal daerahnya yang kuliah di UPR. Silahkan bangun asrama bagi mereka, dengan harapan proses perkuliahan mereka tidak terganggu masalah biaya,” harap Andrie Elia.(mz/red)

Berita Terkait