Kampus UPR Harus Bersih dari Narkoba

Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi, saat diwawancarai wartawan usai bersama jajarannya mengucapkan pernyataan sikap anti narkoba di aula rektorat setempat, Senin (25/3/2019).

PALANGLA RAYA – Rektor Universitas Palangka Raya (UPR), Dr Andrie Elia SE MSi, menegaskan bahwa perguruan tinggi yang dia pimpin ini harus bebas dari narkoba serta bebas dari korupsi kolusi dan nepotisme (KKN).

“Untuk masalah narkoba, seluruh civitas akademika saya harapkan semua proaktif mengantisipasi secara dini masuknya narkoba di kampus,” kata Andrie usai bersama jajaran Civitas Akademika UPR mengucapkan pernyataan sikap anti narkoba di Aula Rahan Rektorat UPR, Senin (25/3/2019) sore.

Pernyataan sikap anti narkoba ini akan ditindaklanjuti dengan segera membentuk tim sosialisasi di masing-masing unit fakultas. Tim ini terdiri dari mahasiswa, Aparatur Sipil Negara (ASN), dan pejabat tingkat fakultas sampai universitas. Seluruhnya harus bersama-sama dan berkomitmen tinggi untuk perang terhadap narkoba.

“Dengan demikian, apabila ada temuan penyalahgunaan narkoba di kampus, maka civitas akademika secara tegas akan menindak pelakunya sesuai ketentuan yang berlaku, bahkan sampai dengan sanksi diberhentikan dengan tidak hormat,” tegasnya.

Termasuk juga soal KKN, transaksi nilai antara mahasiswa dan dosen, antara pejabat dengan mahasiswa, akan ada sanksi tegas yang harus diterapkan.

“Jadi, tidak ada ampun, dan harus ditindak tegas siapapun pelakunya. Kita ingin agar kampus ini betul-betul clean,” tandas Andrie.

Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng ini mengakui bahwa memang saat ini sudah ada indikasi narkoba masuk ke lingkungan kampus UPR. Karena itu, perlu kewaspadaan semua pihak untuk mengantisipasinya semaksimal mungkin.

“Indikasi ini sudah ada. Makanya kita berupaya mengantisipasi jangan sampai terjadi. Karena ini adalah penyakit, jangan sampai ada korban. Sehingga mahasiswa yang merupakan generasi bangsa dan juga generasi Kalteng, dapat kita selamatkan dari bahaya narkoba,” terang Andrie.(yfd/mz/red)

Berita Terkait