Mahasiswa KKN-T Laksanakan Berbagai Kegiatan Kemasyarakatan

Mahasiswa KKN-T UPR Periode I 2019 saat membantu proses belajar mengajar di TK Dharma Wanita Kelompok Nol Besar, Desa Bukit Rawi, Kabupaten Pulang Pisau.

BUKIT RAWI – Berbagai kegiatan dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR) yang kini sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Periode I Tahun 2019. Kegiatan studi ini berlangsung selama enam minggu, terhitung sejak tanggal 13 Juni hingga 6 Juli 2019.

Seperti yang terpantau uprjayaraya.com di Desa Bukit Rawi, Kabupaten Pulang Pisau.

Puluhan peserta KKN-T melaksanakan kegiatan, sebagian lagi membaur bersama masyarakat setempat.

Kegiatan tersebut di antaranya membantu proses belajar mengajar pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Taman Kanak-kanak Dharma Wanita Kelompok Nol Besar, Desa Bukit Rawi, Kabupaten Pulang Pisau.

Beberapa orang mahasiswa secara bergantian memberikan pembinaan dan bimbingan kepada anak-anak didik.

Kegiatan kerja sama lainnya dilakukan oleh peserta KKN-T dengan Sanggar Tari Ibu Neneng. Sanggar yang khusus melatih tarian khas suku Dayak ini sudah berdiri selama 14 tahun di Desa Bukit Rawi. Kerja sama antar mahasiswa KKN-T ini dengan Sanggar Tari Ibu Neneng, juga tampak ketika menyambut kunjungan turis, sekaligus untuk memperkenalkan budaya suku Dayak.

Di bagian lain, mahasiswa juga mengadakan gotong royong bersama warga setempat seperti membersihkan pekarangan sejumlah perkantoran, jalan, drainase dan lainnya.

Sebelumnya, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPR Dr Ir Aswin Usup MSi kepada uprjayaraya.com, Senin (24/6/2019), menyebutkan, mendirikan PAUD merupakan satu dari lima tema KKN-T periode I 2019.

Pendirian tersebut difokuskan ke desa-desa yang selama ini belum memiliki PAUD. Sehingga mahasiswa KKN-T 2019, mempunyai kewajiban untuk menyosialisasikan tentang pentingnya PAUD, menyusun perencanaan dan menyiapkan semua administrasi yang dibutuhkan dalam pendirian PAUD.

“Setelah semua siap dan masyarakat desa sadar pentingnya PAUD, barulah semua proposal usulan pendirian diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab),” ujar Aswin Usup.

Dikatakan, mahasiswa KKN-T hanya bertugas menyiapkan semua kelengkapan administrasinya saja. Sedangkan yang berwenang mendirikan bangunan dan menyediakan fasilitas PAUD, menjadi kewenangan Pemkab setempat.(mz/red)

Berita Terkait