Mahasiswa UPR Diingatkan Jangan Terlibat Gerakan Terorisme

Dr Andrie Elia SE MSi

PALANGKA RAYA – Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Dr Andrie Elia SE MSi mengingatkan kepada mahasiswa di universitas tersebut agar menjauhi dan jangan terlibat gerakan terorisme.

“Mahasiswa Universitas Palangka Raya jangan sampai terlibat dalam gerakan terorisme. Karena akan merugikan diri sendiri, mencemarkan nama baik universitas dan merusak negara,” kata Rektor kepada uprjayaraya.com, Kamis (13/6/2019).

Ia menjelaskan, UPR terus melakukan berbagai upaya pencegahan agar mahasiswa tidak terlibat gerakan teroris. Salah satunya memberikan pemahaman kebangsaan melalui pendidikan Pancasila maupun agama di bangku kuliah.

Tidak hanya itu, Ketua Harian Dewan Adat Dayak Provinsi Kalteng tersebut juga mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai gerakan yang menjurus kepada terorisme.

Imbauan tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya, belum lama ini, Polda Kalteng mengamankan 33 orang terkait dugaan tindak pidana terorisme. Puluhan orang yang diamankan di Palangka Raya dan Gunung Mas.

“Untuk yang ditetapkan sebagai tersangka, ada dua orang, yakni berinisial A dan T,” kata Kapolda Kalteng Irjen Anang Revandoko saat jumpa pers di Mapolda Kalteng, Selasa (11/6/2019) lalu.

Sebanyak 33 orang yang diduga terkait dengan tindak terorisme masih dilakukan pemilahan oleh Satuan Wilayah (Satwil) Densus 88 Polda Kalteng. 33 orang itu terdiri dari anak-anak dan istri yang terpapar radikalisme. Diduga mereka terkait jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang pernah melakukan latihan di Aceh. (yfd/red)

Berita Terkait