Menristek Dikti Apresiasi Kepemimpinan Rektor UPR

Menristekdikti M Nasir berbincang santai dengan Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi dan Sekda Kalteng Fahrizal Fitri dan para Wakil Rektor UPR di Aula Rahan Rekrorat UPR, Jumat (30/8/2019) pagi.

PALANGKA RAYA – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir, mengapresiasi kepemimpinan Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Dr Andrie Elia SE MSi.

“Saya memerhatikan di bawah kepemimpinan Pak Rektor, UPR semakin maju. Karenanya saya waktu itu meminta Direktur Jenderal Sumber Daya, segera membantu pmbangunan infrastruktur yang ada di UPR, dan dilakukan secara terus menerus,” ungkap M Nasir saat berkunjung ke kampus UPR, Jumat (30/8/2019).

Oleh karena itu, pada tahun anggaran 2020, UPR mendapat alokasi anggaran SDSN. Dengan anggaran itu, dia ingin konsentrasikan studi gambut di dunia berada di UPR.

“Mengapa ini harus dilakukan, karena potensi gambut di Kalteng terbesar di dunia. Dengan begitu, dapat dilakukan penelitian untuk mengelola gambut lebih baik,” tukasnya.

Pada acara yang dikemas dengan sarapan pagi bersama ini, juga dihadiri Sekda Kalteng Fahrizal Fitri, para Wakil Rektor, Dekan, Dosen dan para pejabat lainnya di lingkungan UPR.

Tidak itu saja, Menristekdikti juga akan mendorong UPR mendapatkan dukungan anggaran dari Islamic Development Bank, untuk membangun seluruh infrastruktur yang ada di UPR, dengan nilai Rp500 miliar sampai Rp600 miliar.

Pasalnya jika universitasnya baik, maka lulusannya juga akan baik. Begitu juga jika lulusannya baik, maka lingkungannya juga akan tumbuh dengan baik.

“Saya mengharapkan, melalui UPR keseluruhan Kalimantan akan lebih baik. Dan di bawah kepemimpinan Rektor, UPR akan maju terus untuk Indonesia, dan khususnya memberikan kontribusi untuk membangun Kalimantan,” pungkas Menristekdikti M Nasir.

Di tempat sama, Rektor UPR Dr Andrie Elia mengungkapkan, kampus UPR memiliki lahan cukup luas. Hingga saat ini yang sudah bersertifikat baru sekitar 225 hektar (ha) dan yang belum sekitar 380 ha.

“Selain itu, juga terdapat kawasan gambut sekitar 50 ribu ha. Ke depan, UPR akan berupaya mengembangkan inovasi program hutan dengan melakukan berbagai penelitian, yang diharapkan dapat lebih mengembangkan ilmu pengetahuan, dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata Andrie Elia.

Apalagi sekarang ini sudah viral mengenai penemuan tumbuhan Bajakah di hutan Kalteng, yang dikabarkan bisa menyembuhkan penyakit kanker. Sehingga UPR ditunjuk oleh Menristekdikti untuk melakukan penelitian.

“Menyikapi hal itu, UPR kini telah membentuk tim khusus untuk meneliti kandungan Bajakah ini lebih lanjut. Nanti hasil penelitiannya akan kami umumkan. Semoga ini membawa kebaikan bagi bangsa dan negara kita,” imbuh Rektor UPR.(il/red)

 

Berita Terkait