Menristekdikti Rekomendasikan UPR Lakukan Riset ‘Bajakah’

Bajakah tumbuh secara liar di dalam hutan Kalteng dan seringkali dianggap sebagai perintang perjalanan karena banyak tumbuh di berbagai tempat.

PALANGKA RAYA – Bajakah, tanaman liar di hutan Kalimantan yang dulunya seperti dianggap ‘pengganggu’ karena sering ditemui melintang di berbagai tempat di dalam hutan, kini menyedot perhatian masyarakat. Perhatian bukan hanya dari warga lokal, tapi juga secara nasional. Ini, setelah dua pelajar SMA di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) berhasil memenangkan lomba kelas dunia, yang menampilkan Bajakah sebagai tanaman yang mampu menyembuhkan penyakit kanker.

Perhatian serius juga datang dari Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdik) Mohamad Nasir, hingga kemudian menyarankan adanya penelitian lebih lanjut tentang Bajakah.

Bahkan, Menristekdikti M Nasir merekomendasikan Universitas Palangka Raya (UPR) sebagai tempat untuk menggelar penelitian lanjutan tentang Bajakah.

Dikutip dari laman Jurnas.com, Menristekdikti M Nasir meminta Direktorat Jenderal (Dirjen) terkait di Kemenrisekdikti untuk memfasilitasi dilakukannya riset tentang Bajakah dan menunjuk lokasi risetnya di UPR.

“Lakukan riset tentang Bajakah. Laboratoriumnya di Universitas Palangka Raya,” kata M Nasir di Jakarta, Jumat (16/8/2019) lalu.

Pihaknya sangat mengapresiasi hasil yang telah dilakukan anak Indonesia tersebut hingga diakui dunia. Namun karena para pelajar tersebut bukan mahasiswa, maka Kemenristekdikti akan memfasilitasi statusnya dari masyarakat.

Dirjen Sumber Daya Iptek Dikti Kemristekdikti Ali Ghufron Mukti mengatakan, terdapat 24 rumah sakit pendidikan di bawah Kemristekdikti, yang siap untuk menjadi tempat penelitian lanjutan Bajakah.

“Kami siap memfasilitasi dengan rumah sakit pendidikan, yang mana penemuan itu bisa kami teliti. Ini berpotensi dapat hadiah nobel. Dunia sudah lama kanker, tapi secara total belum bisa mengobati,” terang Ghufron.

Sementara itu, Rektor UPR Drs Andrie Elia SE MSi, menyatakan UPR siap melaksanakan rekomendasi Kemenristekdikti tersebut, untuk melakukan riset lebih lanjut tentang tanaman Bajakah.

“Universitas Palangka Raya tentu siap melakukan riset Bajakah. Di UPR ini banyak peneliti ilmiah yang tidak diragukan lagi kemampuannya, tentu mereka siap melakukan riset. Kita akan koordinasi lebih lanjut dengan Kemenristekdikti,” kata Andrie Elia.(mz/red)

 

Berita Terkait