Mulai 1 Agustus Dosen UPR Wajib Absensi Sidik Jari

Dr Andrie Elia SE MSi

PALANGKA RAYA – Dalam rangka peningkatan disiplin kerja serta untuk tertib administrasi pembayaran uang lauk pauk Dosen di lingkungan Universitas Palangka Raya (UPR), Rektor UPR Dr Andrie Elia SR MSi memberlakukan penerapan absensi sidik jari bagi pendidik di lingkungan Universitas Palangka Raya. Penerapan absen sidik jari tersebut disertai ketentuan sanksi bagi pihak yang tidak melaksanakannya.

Di dalam surat itu, Rektor menetapkan sejumlah ketentuan mengenai pelaksanaan absensi sidik jari tersebut, masing-masing sebagai berikut:

  1. Terhitung mulai tanggal 1 Agustus 2019, pencatatan kehadiran Dosen yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Universitas Palangka Raya dilakukan secara elektronik dengan menggunakan mesin absensi sidik jari.
  2. Pencatatan kehadiran secara elektronik/absen sidik jari bagi Dosen PNS di Lingkungan UPR,
    dilakukan satu kali pada setiap hari kerja dimulai pukul 07.00 WlB sampai dengan 18.00 WIB.
  3. Pencatatan kehadiran dapat dilakukan di semua mesin absen elektronik khusus Dosen yang ada
    di lingkungan Universtas Palangka Raya.
  4. Bagi Dosen yang tidak melakukan pencatatan kehadiran sebagaimana pada angka 2, dikenakan sanksi pemotongan uang lauk pauk bulanan, sesuai jumlah ketidakhadiran pada bulan tersebut.
  5. Dosen tidak dikenakan sanksi sebagaimana angka 4, apabila ketidakhadiran tersebut dalam
    rangka pelaksanaan tugas atau melakukan kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi, dibuktikan
    dengan Surat Tugas atau Surat Pernyataan Melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi yang
    ditandatangani atasan langsung dan diketahui pimpinan unit kerja.
  6. Ketidakhadiran karena sakit, tetap dikenakan pemotongan uang lauk pauk dan harus menyerahkan
    surat keterangan dari Dokter, agar tidak dikenakan sanksi disiplin terkait kehadiran PNS sesuai
    Pasal 10 angka 9 Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010.
  7. Bukti ketidakhadiran sebagaimana angka 5, diserahkan kepada operator absen di masing-masing Fakultas paling lambat satu hari sebelum pelaksanaan tugas.
  8. Setiap Fakultas menunjuk satu orang operator untuk mengelola data absen kehadiran Dosen,
    dan menyampaikan surat tugas operator ke Bagian Kepegawaian.

Ketentuan penerapan absensi sidik jari bagi Dosen PNS ini dtetapkan Rektor UPR melalui surat nomor 1985/UN24/KP/2019, tanggal 22 Juli 2019, tentang Pelaksanaan Absen Sidik Jari bagi Pendidik
di Lingkungan Universitas Palangka Raya.(mz/red)

Berita Terkait