Pembangunan Gedung Baru UPR Dimulai Tahun 2020

Gambar rencana Gedung Pusat Pengembangan IPTEK dan Inovasi Gambut UPR, yang akan dimulai pembangunannya tahun 2020 mendatang.

PALANGKA RAYA – Pemerintah Pusat melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas telah menyetujui memberikan bantuan pembangunan gedung baru Universitas Palangka Raya (UPR). Tak tanggung-tanggung, bangunan gedung baru yang dirancang berlantai tujuh itu, akan menelan biaya sebesar Rp83,5 miliar. Proses pembangunannya akan dimulai pada tahun 2020 mendatang.

Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi dalam presentasinya, yang baru-baru inu disampaikan di Bappenas, menjelaskan bahwa kombinasi dari besarnya potensi eksplorasi ilmiah dan dahsyatnya bencana lingkungan yang ditimbulkan akibat dari salah kelola dalam pemanfaatan ekosistem gambut tropika, telah menjadikan UPR sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia yang memiliki kerja sama internasional terbanyak yang berkaitan dengan penelitian dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) di bidang pergambutan.

“Hingga saat ini, UPR memiliki lebih dari 50 orang ahli yang melakukan berbagai topik penelitian yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi pergambutan,” katanya.

Berkat potensi lahan gambut dan kerja sama penelitian internasional tentang pergambutan yang sudah berjalan cukup lama, pada tahun 2018 Kemenristekdikti mencatat bahwa UPR termasuk ke dalam kelompok lima universitas dengan jumlah kunjungan peneliti asing tertinggi di Indonesia.

Sayangnya, akibat kekurangan sarana dan prasarana (sarpras) penelitian yang dimiliki, besarnya jumlah kunjungan peneliti asing tersebut masih tidak sebanding dengan jumlah publikasi ilmiah dan pengembangan produk-produk inovasi di lahan gambut yang dihasilkan oleh UPR. Karena itu, melalui skema SBSN (Surat Berharga Syariah Negara), UPR mengajukan proposal “Pembangunan Gedung Pusat Pengembangan IPTEK dan Inovasi Gambut”.

“Pembangunan gedung ini merupakan bagian dari perencanaan pembangunan sarpras di UPR yang didasarkan pada masterplan yang sudah ada. Di mana perencanaannya mendukung UPR sebagai Center of Excellence IPTEK dan Inovasi Gambut Dunia,” jelas Andrie Elia.

Berdasarkan hasil klusterisasi dari kondisi eksisting, rencananya pembangunan gedung baru tersebut dilengkapi sarana pendukung dengan total anggaran dana sebesar Rp83.500.000.000. Pembangunan tahap awal bangunan berlantai tujuh tersebut akan dimulai di tahun 2020.

Sedangkan pengadaan sarana pendukung yang diusulkan menyusul pembangunan gedung itu, meliputi pembangunan Gedung Pusat pengembangan IPTEK dan Inovasi Gambut, pengadaan peralatan, pengadaan meubelair, dan pengadaan peralatan riset advance.(mz/red)

Berita Terkait