Peserta KKN-T UPR Bangun Desa Wisata Melalui Karya Kerajinan Lokal

Ketua KKN-T UPR Periode II 2019 Kelurahan Sepang Simin, Yosia Abadi secara simbolis memberikan cinderamata kepada perwakilan tenaga pendidik di SMAN 1 Sepang, Kabupaten Gumas.

GUNUNG MAS – Beragam kegiatan telah dilaksanakan oleh mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Palangka Raya (UPR) periode kedua tahun 2019. Salah satunya di wilayah Kabupaten Gunung Mas (Gumas), tepatnya di Kelurahan Sepang Simin, Kecamatan Sepang. Di sini dilaksanakan program untuk menjadikan Kelurahan Sepang Simin sebagai salah satu destinasi wisata.

Ketua KKN-T UPR Periode II 2019 Kelurahan Sepang Simin, Yosia Abadi, sasaran kegiatan ini adalah siswa SMAN 1 Sepang.

“Melalui mata pelajaran prakarya, siswa diajarkan membuat berbagai macam kerajinan tangan seperti tas talikur, duit turus, gantungan kunci, karya gipsum, dan juga miniatur rumah betang dari stik es krim,” jelas Yosia Abadi kepada uprjayaraya.com, Selasa (13/8/2019).

Mahasiswa KKN-T, lanjutnya, akan memberikan wadah kepada para pengrajin agar pengunjung lokal maupun wisatawan dapat lebih mudah mengunjungi tempat wisata.

Hal tersebut dilakukan guna menunjang pemasaran produk cinderamata atau oleh-oleh khas Sepang Simin yang lebih baik lagi. Ini dilakukan dalam upaya meningkatkan potensi wisata berbasis kearifan lokal.

Berbagai macam kerajinan tangan seperti tas talikur, duit turus, gantungan kunci, karya gipsum dan lainnya hasil karya yang diajarkan peserta KKN-T UPR Periode II 2019 kepada siswa SMAN 1 Sepang.

Dikatakan, program ini akan mengangkat daya saing Kelurahan Sepang Simin sebagai Desa Wisata yang mempunyai karya-karya kerajinan unggul. Di sisi lain, juga diharapkan mampu mendorong perekonomian warga setempat melalui karya yang kreatif dan inovatif, bukan hanya dari hasil tambang.

“Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja dari tema Pengembangan Desa Berbasis Wisata dalam KKN-T UPR Periode II 2019 Kelurahan Sepang Simin. Melalui hal kecil, kami akan mendorong masyarakat untuk membangun desanya, agar lebih dikenal banyak orang. Dengan begitu, masyarakat tidak akan hanya bergantung pada pekerjaan yang bisa merusak lingkungan,” terang Yosia Abadi.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Sepang, Suyono SPd MPd, menyatakan sangat mengapresiasi dan mendukung inovasi dari mahasiswa peserta KKN-T UPR.

“Hal ini dapat membuat karya yang tadinya hanya menjadi pajangan, bisa mempunyai nilai lebih,” ujar Suyono.

Pihak sekolah juga berharap para mahasiswa peserta KKN-T UPR untuk terus andil dalam pelaksanaannya. Sehingga kedepannya Kelurahan Sepang Simin mampu menjadi salah satu destinasi wisata melalui karya-karya anak muda generasi penerus bangsa.(mz/red)

 

Berita Terkait