Potensi Gas Bumi di Kalimantan Amat Besar

Rektor UPR Siap Memfasilitasi Seminar Nasional

PALANGKA RAYA – Sumber Daya Alam (SDA) di Pulau Kalimantan sangat melimpah. Tidak hanya emas, batu bara, bauksit, namun sumber gas juga amat besar.

Besarnya potensi sumber gas di Kalimantan diketahui setelah Kepala Badan Pengatur Hulu Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Dr Ir M Fanshurullah Asa MT menemui Rektor Universitas Palangka Raya Dr Andrie Elia SE MSi, Kamis (11/7/2019).

Dalam neraca gas bumi Indonesia 2018-2027 pasokan gas bumi di wilayah Kalimantan pada tahun 2024 diperkirakan mencapai 2.609,49 MMSCFD (Existing 1.388,09 MMSCFD, project on going 26,91 MMSCFD dan 2 project hulu yang first gas in dari IDD dan ENI sebesar 1.218,20 MMSCFD). Potensi gas sebesar ini bukan hanya disalurkan untuk kebutuhan Pulau Kalimantan, namun juga akan disalurkan di Provinsi Kalimantan Tengah dalam rangka untuk persiapan pemenuhan energi pemindahan ibu kota pemerintahan negara ke Palangka Raya.

“Kebutuhan gas bumi per konsumen dalam neraca gas bumi di Indonesia 2018-2027 di wilayah Kalimantan tahun 2018 diperkirakan sebesar 649.12 MMSCFD,” kata Fanshurullah.

Supply – Demand gas Regional V Kalimantan dari neraca gas mengalami surplus. Supply dari tahun 2018-2027 yang selama ini sebagian besar diolah menjadi LNG.

Untuk membahas Prospek Pengembangan dan Peningkatan Pemanfataan Gas Bumi di Kalimantan maka akan diadakan seminar nasional di Universitas Palangka Raya.

Untuk itu, Kepala Badan Pengatur Hulu Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Dr Ir M Fanshurullah Asa MT menemui Rektor Universitas Palangka Raya Dr Andrie Elia SE MSi, untuk membahas hal ini.

Rencananya akan dibangun pipa transmisi gas Trans Kalimantan. Pipa tersebut menghubungkan Provinsi Kaltim dengan Kalsel, kemudian Kalsel ke Kalteng hingga Kalbar.

Penyelenggaraan seminar nasional tersebut dijadwalkan selama dua hari mulai 31 Juli hingga 1 Agustus 2019 di Aula Rahan, Universitas Palangka Raya.

Rektor UPR Andrie Elia mengaku siap memfasilitasi dan mendukung pelaksanaan seminar nasional tersebut. (yfd/red)

Berita Terkait