Prodi Biologi FMIPA Simulasikan Penanganan Gigitan Ular Berbisa

Dr dr Tri Maharani (batik hijau) dari Kota Kediri saat memaparkan bagaimana menangani gigitan ular berbisa, ketika menjadi narasumber dalam kuliah tamu di Aula FMIPA UPR, Senin (25/11/2019).

PALANGKA RAYA – Program Studi Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Palangka Raya menyelenggarakan kuliah tamu. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Aula FMIPA UPR, Senin (25/11/2019).

Kuliah tamu tersebut mengambil tema Emergency Snake Bites: Preventive and Control Resolution WHO 2019. Narasumber dari kegiatan ini yaitu Dr dr Tri Maharani, MSi Sp EM, yang merupakan seorang dokter di Kota Kediri yang fokus pada penanganan gigitan ular berbisa.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dan dosen biologi, para pecinta reptile yang ada di Palangka Raya dan dosen Fakultas Kedokteran.

Menurut dr Tri Maharani, gigitan ular berbisa saat ini menjadi permasalahan medis yang umum terjadi, namun kurang terdokumentasi dengan baik. Akan tetapi ada pula kasus-kasus gigitan ular yang menjadi viral di media sosial.

Sebenarnya, hal yang penting dalam penanganan gigitan ular adalah melakukan first aid yang benar dengan pressure-immobilization method. Tidak hanya sekedar teori, mahasiswa pun melakukan simulasi dalam penanganan gigitan ular berbisa dengan melakukan first aid yang benar dalam bimbingan dr Maharani.

Indonesia saat ini memiliki antivenom yaitu Serum Anti Bisa Ular (SABU) yang dapat menetralisir racun tiga jenis ular yaitu kobra (Naja sputatrix), Bungarus fasciatus, dan Calloselasma rhodostoma. Sedangkan jenis ular berbisa di Indonesia kurang lebih 70 jenis.

Tri Maharani mengatakan, mahasiswa dan dosen-dosen Biologi UPR memiliki kesempatan yang besar dalam mengembangkan riset-riset terkait venome ular yang ada di Kalimantan.

“Karena sekecil apapun riset tersebut, akan bermanfaat besar bagi Indonesia,” jelasnya. (yfd/red)

 

Berita Terkait