Prodi Tak Terakreditasi akan Dibubarkan

Prof DR Suandi Sidauruk MPd

PALANGKA RAYA – Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) DR Andrie Elia SE MSi, akan memberi sanksi tegas terhadap Program Studi (Prodi) yang tidak menunjukkan komitmen meningkatkan akreditasi. Sanksi tegas dimaksud, yakni dengan membubarkan Prodi yang tidak mampu meningkatlan akreditasinya.

“Kemarin ada ancaman Pak Rektor, bahwa kalau Prodi main-main tidak ada akreditasi, akan dibubarkan. Karena kalau kita mewisuda mahasiswa yang Prodinya tidak terakreditasi, Rektor nanti yang akan kena “penjara dan denda,” tutur Wakil Rektor Bidang Hukum, Organisasi, SDM dan Kemahasiswaan UPR, Prof DR Suandi Sidauruk MPd, kemarin.

Untuk itu, apabila Prodi yang tidak terakreditasi tidak ingin dibubarkan, maka harus berupaya meningkatkan akreditasi. Sebab seluruh Dosen dan pejabat yang ada di UPR, merupakan pelayan mahasiswa.

“Sebagai pelayan mahasiswa, kita harus urus akreditasinya. Tapi kalau kita tidak urus akreditasi ini, berarti kita abai dengan tugas kita,” tegasnya.

Oleh sebab itu, Prof Suandi Sidauruk meminta seluruh pejabat di UPR dapat sejiwa dengan Rektor. Karena jika semua pejabat sejiwa dengan Rektor, diyakini tanpa diperintahpun semua akan bekerja dengan baik dalam meningkatkan akreditasi.

Sebab, ketika ada satu Prodi tidak terakreditasi, pasti Rektor yang akan disalahkan sebagai muaranya. Padahal, akreditasi berawal dari Prodi yang di atasnya ada Ketua Jurusan (Kajur), Wakil Dekan (Wadek) dan Dekan.

“Jadi kalau mereka semua melempem, pasti selesai. Karena yang melapor ke Kementerian adalah Rektor, bukan Dekan,” tukasnya. (redaksi)

 

Berita Terkait