Puluhan Atlet dari Kalsel-teng Ikuti Kejuaraan Panjat Tebing

Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi secara simbolis memasang point climbing hold (pegangan panjat tebing) kejuaraan panjat tebing 2019 di Palangka Raya, Jumat (11/10/2019).

PALANGKA RAYA – Sebanyak 88 atlet dari Provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Tengah ikut serta dalam kejuaraan panjat tebing bertajuk “Figure Bouldering Competition V Regional Kalimantan tahun 2019”.

Kegiatan ini diselenggarakan Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Palangka Raya (UPR). Total atlet sebanyak itu berasal dari lingkup UPR, kabupaten/kota se-Kalteng, Banjarmasin, Tanah Bumbu dan Tabalong Provinsi Kalsel.

Kejuaraan ini dibuka Rektor UPR Dr Andrie Elia SE Msi, dan dihadiri Dekan FKIP UPR Prof Dr Joni Bungai MPd, Wakil Dekan FKIP UPR Dr Debora MPd, Perwakilan Pengurus Daerah Ikatan Panjat Tebing Indonesia (IPTI) Kalteng dan peserta.

Saat menyampaikan sambutan, Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, olahraga panjat tebing membutuhkan pembinaan dan latihan khusus karena memiliki resiko tinggi.

“Saya juga meminta agar olahraga ini dapat dibina secara baik dan kapan perlu untuk sarana prasarananya dapat disediakan,” jelasnya.

Ketua Pengurus Alumni Universitas Gadjah Mada Provinsi Kalteng ini menambahkan lomba panjat tebing harus sering diadakan baik tingkat daerah bahkan tingkat nasional.

Sementara itu, Dekan FKIP UPR Prof Dr Joni Bungai MPd mengatakan pihaknya menyambut baik dengan adanya kegiatan ini. Melalui kegiatan tersebut dapat menyalurkan hobi dan bakat mahasiswa ke arah yang positif.

“Selain berolahraga, mental, semangat juang mahasiswa dapat terasah. Sehingga diharapkan ketika diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, mahasiswa kita dapat memiliki semangat pantang menyerah,” kata dia.

Ditempat yang sama, Manager Tim Atlet Panjat Tebing asal Tabalong Provinsi Kalsel, Remie Maya Sari SE menuturkan, para atlet yang diikutsertakan pada kegiatan ini, rata-ratanya berusia belia.

“Mereka (atlet) duduk dibangku kelas 6 SD, dan ada juga dari SMA,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, dalam kegiatan ini pihaknya tidak terlalu mengharapkan untuk mendapatkan juara. Namun yang pasti para atlet belia ini dapat pengalaman berkompetisi sehingga, mental semangat berkompetisi dari para atlet belia, dapat terasah sejak usia dini. (yfd/red)

Berita Terkait