Rektor Akui Sarpras UPR Masih Memprihatinkan

Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi (tengah) bersama Direktur Sarpras Kemenristekdikti Dr M Sofwan Effendi M Ed (kiri) pada Workshop Pengembangan SDM dan Mekanisme Pembiayaan Sarpras di Aula Rahan Rektorat UPR, Kamis (14/3/2019).

PALANGKA RAYA – Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Dr Andrie Elia Embang SE MSi mengakui, hingga saat ini sarana dan prasarana (sarpras) di universitas tersebut sangat memprihatinkan.

Hal itu sampaikan Rektor UPR di hadapan Direktur Sarana dan Prasarana, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Dr Mohammad Sofwan Effendi M Ed, saat Worksop Pengembangan SDM dan Mekanisme Pembiayaan Sarpras di Aula Rahan Lantai 2 Rektorat UPR, Kamis (14/3/2019).

“Ini saya sampaikan biar Pak Direktur Sarana dan Prasarana, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi mengetahuinya,” kata Andrie yang sekaligus menjadi moderator dalam acara ini.

Ia menjelaskan, semua Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di wilayah Borneo sudah mendapat bantuan dana sarpras. Namun, hanya UPR sendiri yang hingga saat ini belum pernah mendapat dana tersebut.

“Kami berharap Universitas Palangka Raya mendapat bantuan dana tersebut, sehingga sarana dan prasana bisa dibenahi,” katanya.

Meski sarana dan prasarana belum memadai, namun Rektor mengaku akan berupaya maksimal agar universitas tertua di Provinsi Kalimantan Tengah ini berdaya saing dengan perguruan tinggi lainnya.

“Kami tetap optimis akan menjadikan Universitas Palangka Raya berdaya saing, sehingga lulusannya bisa bersaing,” kata Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalteng tersebut. (yfd/redaksi)

Berita Terkait