Rektor Bentuk Satgas Penanggulangan dan Pencegahan Karhutla

PALANGKA RAYA – Menyikapi kondisi udara yang tercemar asap bercampur debu dan lainnya akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta untuk menjaga kelestarian lingkungan, Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Dr Andrie Elia SE MSi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan dan Pencegahan Karhutla. Pembentukan Satgas berdasarkan Surat Keputusan (SK) Rektor UPR Nomor 335/UN24/LL/2019, tertanggal 30 Juli 2019.

SK Satgas Karhutla UPR yang diberlakukan mulai 1 Agustus 2019 ini, dikeluarkan dengan pertimbangan bahwa sumber daya alam lahan dan atau hutan merupakan kekayaan yang bermanfaat sebagai penyangga ekosistem yang kondisinya terus menurun akibat eksploitasi serta karhutla. Sehingga perlu dijaga kelestariannya dengan dikelola secara baik guna menunjang pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan. Selain itu, kawasan UPR sendiri hampir 50 persen berhutan yang juga sangat perlu dijaga kelestariannya.

“Kebakaran hutan dan atau lahan merupakan ancaman terhadap kerusakan lingkungan hidup yang mengakibatkan kerugian ekologi, ekonomi, sosial dan budaya,” jelas Rektor UPR.

Dia menegaskan, pembentukan Satgas Penanggulangan dan Pencegahan Karhutla di lingkungan UPR ini, adalah dalam rangka kesiapan, pencegahan, pengurangan resiko bencana, serta penanganan pemadaman karhutla.

Dalam SK Satgas Penanggulangan dan Pencegahan Karhutla di lingkungan UPR ini, yang ditunjuk sebagai Ketua adalah Suwandy SE dengan Wakil Ketua Dr Renhart Jemi SHut MP, dan Bendahara Jefry Wiraswastama SPd.

Satgas ini dilengkapi dengan bidang pencegahan, pemadaman, logistik dan transportasi, data dan komunikasi serta bidang kesehatan. Bidang-bidang dimaksud melibatkan hampir semua komponen yang ada di UPR, termasuk Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) dan lainnya.(mz/red)

Berita Terkait