Rektor Pastikan Penerimaan Mahasiswa Baru Transparan

Rektor UPR Dr Andria Elia SE MSi didampingi tiga Wakil Rektor saat menggelar jumpa pres untuk mengklarifikasi adanya dugaan mahasiswa titipan di Fakultas Hukum UPR pada penerimaan mahasiswa baru tahun 2019, Kamis (17/10/2019).

PALANGKA RAYA – Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Dr Andrie Elia SE MSi memastikan penerimaan mahasiswa baru pada tahun 2019, dilakukan transparan dan menggunakan sistem online.

Hal itu disampaikan Rektor UPR menyikapi adanya dugaan mahasiswa titipan di UPR sebanyak puluhan orang pada penerimaan mahasiswa baru di Fakultas Hukum.

“Saya menyatakan tidak ada mahasiswa titipan pada penerimaan mahasiswa baru di Universitas Palangka Raya tahun 2019,” tegas Rektor UPR kepada wartawan di Palangka Raya, Kamis (17/10/2019).

Ia menjelaskan, penerimaan mahasiswa baru UPR tahun 2019 melalui beberapa tahapan. Antara lain Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN) Wilayah Barat.

Total kuota penerimaan mahasiswa baru melalui tiga jalur seleksi tersebut sebanyak 4.478 orang. Setelah pelaksanaan seluruh rangkaian seleksi selesai, calon mahasiswa yang dinyatakan lulus dan mendaftar ulang sebanyak 2.947 orang.

“Melalui penerimaan tiga jalur seleksi tersebut, UPR masih belum memenuhi kuota penerimaan mahasiswa baru. Bahkan beberapa program studi minim jumlah mahasiswanya. Hal ini dapat menghambat proses perkuliahan,” kata Andrie Elia yang juga Ketua Harian DAD Kalteng.

Untuk memenuhi kekurangan kuota mahasiswa baru UPR, pada tanggal 5 Agustus 2019 diadakan rapat pimpinan antara Rektor, Wakil Rektor Bidang Akademik, Dekan, Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas guna menyepakati kembali penerimaan mahasisa baru untuk prodi yang minim peminat.

Penerimaan mahasiswa tersebut berdasarkan aturan serta kriteria yang telah ditentukan. Dalam penerimaan baru itu, UPR menggunakan hasil penilaian SMMPTN Wilayah Barat Tahun 2019. Sehingga hal ini memiliki konsekuensi di mana calon pendaftar adalah peserta yang mengikuti seleksi SMMPTN dan dinyatakan tidak lulus atau sudah diterima di PTN lain.

“Dekan dan Wakil Dekan Bidang Akademik diminta untuk menyerahkan kuota daya tampung yang kurang yang diperlukan guna keperluan penerimaan calon mahasiswa baru paling lambat tiga hari dari pelaksanaan rapat pimpinan,” jelasnya.

Rektor UPR menyampaikan dalam rapat pimpinan tersebut agar Dekan dan Wakil Dekan Bidang Akademik segera menyebarluaskan informasi penerimaan mahasiswa baru secara terbuka. Selain itu, koordinator TIK UPR diminta menyiapkan seluruh keperluan pelaksanaan seleksi tambahan dan menghubungi panitia pusat SMMPTN Barat 2019 guna meminta hasil seleksi.

“Seluruh kegiatan penerimaan dikoordinasikan Wakil Rektor Bidang Akademik. Dalam mekanisme penerimaan tambahan, total mahasiswa yang diterima sebanyak 3.455 orang. Secara keseluruhan masih terdapat kekurangan daya tampung awal sesuai yang telah ditentukan,” sebut Rektor UPR. (yfd/red)

 

Berita Terkait