Rektor UPR Aktif Lakukan Fingerprint

Rektor UPR Dr Andrie Elia melakukan absen sidik jari di ruang loby Rektorat UPR, Selasa (6/8/2019).

PALANGKA RAYA – Fingerprint atau absensi sidik jari bagi pendidik (dosen) di lingkungan Universitas Palangka Raya (UPR), kini sudah diterapkan terhitung sejak 1 Agustus 2019. Untuk memudahkan para dosen, mesin absen sidik jari tersebut dipasang di semua fakultas dan lokasinya mudah dijangkau.

Pelaksanaan absen sidik jari khusus bagi Dosen UPR berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini, dilakukan hanya satu kali setiap hari kerja.

Tidak hanya kalangan dosen yang wajib absen sidik jari, Rektor UPR beserta jajarannya juga aktif melakukan hal serupa. Absen sidik jari dilakukan secara rutin di Rektorat UPR, seperti yang dilakukan pada Selasa (6/8/2019) pagi.

Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi selain melakukan absen sidik jari, juga kembali mengingatkan jajarannya akan pentingnya tanggungjawab sebagai abdi negara.

“Ini merupakan salah satu bentuk pelaksanaan akuntabilitas tanggung jawab moral kita secara administrasi sebagai abdi negara,” kata Andrie Elia.

Sekarang ini, sambung Rektor, dalam pengadministrasian semuanya sudah secara online. Jadi, tidak ada lagi absensi manual, sehingga semuanya bisa dipantau secara digital.(mz/red)

Berita Terkait