Rektor UPR Pantau Pencarian Mahasiswa Tenggelam di Tangkiling

Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi saat bertemu Wakil Rektor UGM Prof Ika Dewi Ana dan jajaran Pemko Palangka Raya, Senin (12/8/2019).

PALANGKA RAYA – Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Dr Andrie Elia SE MSi ikut memantau percarian seorang mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) bernama Ricky dwi Hariyanto, yang tenggelam di Sungai Rungan, Teluk Pulau Kaja, Desa Tangkiling, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya.

“Saya prihatin atas kejadian seperti ini. Ini adalah musibah yang tidak kita inginkan,” kata Rektor UPR saat bertemu dengan Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UGM Prof Ika Dewi Ana di Palangka Raya, Senin (12/8/2019).

Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi saat ikut memantau pencarian mahasiswa UGM yang tenggelam di Sungai Rungan, Minggu (11/8/2019) malam

Rektor UPR menambahkan, pencarian mulai dilakukan sejak sekitar Minggu (11/8/2019) sore. Bahkan pencarian juga dilakukan menggunakan ritual adat suku Dayak.

“Saya juga baru pulang Senin (12/8/2019) pukul 01.30 WIB dari lokasi pencarian,” kata Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng tersebut.

Pada kesempatan itu, Rektor UPR meminta Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Palangka Raya (LPPM) UPR Dr Aswin Usop untuk ikut membantu proses pencarian.

“Kita berdoa saja agar secepatnya ditemukan,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), UGM Prof Ika Dewi Ana menyampaikan terima kasih kepada Rektor UPR atas bantuan pencarian seorang mahasiswa UGM tersebut.

“Saya juga akan di lapangan untuk membantu pencarian,” kata dia.

Di tempat yang sama, Ketua LPPM UPR Aswin Usop menambahkan, mahasiswa yang dilakukan pencarian tersebut merupakan mahasiswa UGM yang mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik selama delapan minggu.

“Saya juga ikut perihatin dengan peristiwa ini,” jelasnya.

Informasi yang dihimpun uprjayaraya.com, sebelumnya korban dan para saksi sedang mandi di DAS Rungan Teluk Pulau Kaja.

Sekitar 10 menit mandi, korban terbawa arus gelombang kelotok yang lewat. Saksi hanya melihat lambaian tangan korban. Sementara badan korban sudah tenggelam, hanya kelihatan lambaian tangannya. (yfd/red)

Berita Terkait