Satgas Karhutla UPR Tetap Siaga

Ketua Satgas Karhutla UPR Suwandy SE bersama Wakil Ketua Satgas Dr Renhart Jemi SHut MP serta Bagian Data dan Komunikasi Petris Perkasa ST MT melaporkan kegiatan yang dilaksanakan Satgas Karhutla kepada Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi, Selasa (3/9/2019).

PALANGKA RAYA – Satuan Tugas Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Lahan Hutan (Satgas Karhutla) Universitas Palangka Raya (UPR) hingga kini masih tetap siaga. Patroli di kawasan UPR dan sekitarnya terus dilakukan untuk memantau dan mengantisipasi kemungkinan munculnya titik panas (hot spot).

Ketua Satgas Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla UPR, Suwandy SE mengatakan, siaga kebakaran dan pencegahan Karlutha dilakukan hingga 30 November 2019 mendatang.

“Saat ini regu pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan serta hutan masih melakukan patroli untuk memantau kemungkinan terjadinya kebakaran di areal Universitas Palangka Raya,” kata Suwandy didampingi Wakil Ketua Satgas Karhutla UPR Dr Renhart Jemi SHut MP, kepada uprjayaraya.com, Selasa (3/9/2019).

Ia menjelaskan, pemadaman kebakaran lahan dan hutan di areal UPR dibantu Senat, BEM UPR, Mapala dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Kehutanan Faperta, serta dibantu oleh Tim Medis dari Fakultas Kedokteran UPR.

“Setiap hari ada regu yang terdiri dari lima orang, terus melakukan patroli. Hal itu dilakukan untuk mencegah dan menanggulangi apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan. Kalau kebakaran meluas, tentunya regu yang dikirim akan ditambah untuk mempercepat proses pemadaman,” jelasnya.

Sementara itu, Bidang Pemadaman Satgas Karhutla UPR, Kitso SP MSi menambahkan, tim regu yang ditugaskan melakukan patroli dibekali alat pemadaman kebakaran.

“Alat pemadam yang dibawa berupa mesin pompa, slang sepanjang 300 meter dan sejumlah alat lainnya,” tambahnya.

Di tempat sama, Bagian Data dan Komunikasi Satgas Karhutla UPR, Petris Perkasa ST MT menambahkan, pihaknya telah melakukan pemetaan lokasi kebakaran di areal UPR.

Menurutnya, areal UPR yang terbakar cukup luas. Berdasarkan hasil pemetaan menggunakan wahana tanpa awak (drone) yang dilakukan pihaknya pada 29 Juli 2019, lahan di area UPR yang terbakar mencapai seluas 22,9 hektar. Sedangkan pada pemantauan tanggal 14 Agustus 2019, luasan lahan yang terbakar sekitar 41,92 hektar. (yfd/red)

Berita Terkait