Semua Prodi Wajib Hadirkan MK Pancasila dan Kewarganegaraan

Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi, memberikan arahan pada kegiatan Diseminasi SPMI, di Aula Rahan, Rektorat UPR, Senin (15/4/2019).

PALANGKA RAYA – Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Dr Andrie Elia SE MSi terkesan berang. Pasalnya, di kampus tertua dan terbesar di Kalimantan Tengah (Kalteng) itu, ternyata masih ada program studi (prodi) atau jurusan yang belum memasukkan Mata Kuliah (MK) Pancasila dan Kewarganegaraan dalam proses perkuliahan.

“Saya melihat di UPR ini, ada dua prodi yang tidak memasukkan Mata Kuliah Pancasila dan Kewarganegaraan. Dan bahkan, ada prodi atau jurusan yang menggabungkan satu Mata Kuliah Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan,” sebut Andrie Elia dalam arahannya pada kegiatan Diseminasi Dokumen Sistem Penjamin Mutu Internal (SPMI), Senin (15/4/2019).

Menurutnya, MK Pancasila dan Kewarganegaraan wajib diikuti semua mahasiswa. Karena dasar negara Indonesia adalah UUD 1945 dan Pancasila, serta Kewarganegaraan merupakan tata cara bagi semua masyarakat Indonesia dalam hidup bernegara, yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan toleransi.

“Mohon kepada para dekan, masing-masing cek itu semua. Kenapa kita sampai teledor selama ini. Para dekan jangan sampai lepas tangan,” imbuhnya mengingatkan.

Tidak itu saja, jumlah SKS (Satuan Kredit Semester)-nya pun beragam. Sehingga ke depan, harus ada rapat guna menyeragamkan jumlah SKS untuk kedua MK itu.

“Saya akan evaluasi terkait hal itu. Saya juga nanti akan membuatkan surat peringatan ke dekan, dan akan saya tembuskan ke Kemenristekdikti, Kemendagri, Kemen PAN-RB, serta Kemenkumham,” tukas Ketua Harian DAD Kalteng ini. (il/red)

Berita Terkait