UPR Ajukan Dua Skema Sumber Pendanaan untuk Peningkatan Sarpras

Dr Andrie Elia SE MSi

PALANGKA RAYA – Universitas Palangka Raya (UPR) mengajukan dua skema sumber pendanaan untuk meningkatkan sarana dan prasarana (sarpras) di universitas tersebut.

Skema pertama, melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan Pinjaman Hibah Luar Negeri (PHLN). Total anggaran yang diusulkan dalam skema SBSN sebesar Rp1,3 triliun dan PHLN sebesar Rp600 miliar lebih.

“Mudah-mudahan pengajuaan usulan dana sarpras ini disetujui pemerintah pusat melalui Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi,” kata Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi, Senin (8/4/2019)

Ia menjelaskan, selama ini UPR tidak pernah mendapat dana sarpras. Di bawah kepemimpinannya sebagai Rektor, Andrie bertekat mendapatkan dana tersebut agar UPR dapat meningkatkan sumber daya manusia yang lebih handal.

“Kalau sarana dan prasarana bagus, tentunya proses belajar mengajar semakin bagus pula. Kami berharap agar pemerintah pusat dapat menyetujui usulan dana ini,” ungkapnya.

Ia menambahkan, saat ini proses pengajuan dana sarpras telah berproses di Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

“Selama 56 tahun Universitas Palangka Raya tidak pernah mendapatkan dana sarana dan prasarana dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Mudah-mudah tahun 2020 kita mendapatkan dana tersebut,” harapnya. (yfd/red)

Berita Terkait