UPR Latih Keahlian Mahasiswa dalam Bidang Pertanian

Karo BAKP Rektorat UPR, Iring SE MSi, saat membuka Pelatihan Softskill Bidang Pertanian bagi mahasiswa penerima Bidik Misi dan Afirmasi Pendidikan Tinggi, Jumat (1/11/2019).

PALANGKA RAYA – Ratusan mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR) mendapat pelatihan Softskill dalam Bidang Pertanian. Kegiatan ini dikhususkan bagi mahasiswa penerima Beasiswa Bidik Misi dan Afirmasi Pendidikan Tinggi.

Acara yang digelar di Aula Rahan Rektorat UPR ini dilaksanakan oleh UPR dengan menggandeng Dinas Pertanian Provinsi Kalteng, Jumat (1/11/2019).

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan wawasan mahasiswa penerima program Bidik Misi dan Afirmasi Pendidikan Tinggi, sekaligus pula itu dapat menjadi bekal keterampilan mereka kedepannya,” jelas Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi melalui Kepala Biro Akademik dan Perencanaan (BAKP) Rektorat UPR, Iring SE MSi, saat membuka kegiatan tersebut.

Diungkapkan, mahasiswa lulusan UPR diharapkan selain mendapatkan ilmu sesuai dengan jurusannya masing-masing, juga dapat memiliki keahlian khusus dalam bidang tertentu. Sehingga dapat memiliki suatu kompetensi dan daya saing.

“Diharapkan pada akhirnya, para lulusan UPR tersebut dapat secara mudah terserap di bursa kerja, ataupun dapat membuka lapangan pekerjaan secara mandiri,” kata Iring.

Di tempat sama, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kalteng, Ir Hj Sunarti MM mengatakan, saat ini pertanian tidak lagi menjadi bidang yang membosankan bagi kaum milenial. Sebab, dengan teknologi dan peralatan pertanian yang ada saat ini yang mengikuti kemajuan zaman, semakin mudah untuk dioperasionalkan. Terutama bagi para generasi milenial yang akrab dengan teknologi, salah satunya teknologi pertanian.

“Saat ini tidak sedikit kaum milenial yang sudah berkecimpung di sektor pertanian, dengan mengutamakan teknologi pertanian yang sudah berkembang pesat,” ungkapnya.

Ditambahkan Sunarti, peran generasi milenial dalam sektor pertanian, tidak mesti harus menjadi petani. Namun bisa juga dengan turutserta memasarkan produk hasil pertanian melalui media sosial, ataupun platform market place digital.

“Khususnya di Kalimantan Tengah, pengembangan sektor pertanian terus ditingkatkan. Terlebih lagi kedepan, Kalimantan Tengah diharapkan menjadi daerah penyangga Ibu Kota Negara Baru. Oleh karena itu, maka dibutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk kaum milenial di daerah ini,” kata Sunarti.(mz/red)

Berita Terkait