UPR Siap Bekerja Sama Melatih Guru PAUD

Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi menyerahkan daftar puluhan website karya peserta KKN-T Periode II UPR kepada Sekda Pulpis Saripudin pada rangkaian acara dialog di Desa Buntoi, Kabupaten Pulpis, pekan kemarin.

PULANG PISAU – Universitas Palangka Raya (UPR) siap bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota maupun pihak swasta di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam rangka menyiapkan dan melatih tenaga pendidik khususnya guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Mengingat hingga saat ini, Kalteng masih kekurangan guru PAUD, dan belum semua kecamatan di Kalteng memiliki PAUD. Padahal, PAUD sangat penting untuk menyiapkan generasi emas masa depan dan perlu mendapatkan perhatian sampai ke desa-desa.

Hal itu disampaikan Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi dalam dialog dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) UPR dan perwakilan desa wilayah Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau di Desa Buntoi, pekan kemarin.

“PAUD merupakan pendidikan luar sekolah sebagai persiapan bagi anak-anak sebelum masuk Taman Kanak-kanak (TK). PAUD memang tidak harus dari pemerintah, hanya saja akan lebih baik jika dibimbing oleh pemerintah dan atau pihak swasta yang berkompeten untuk itu,” terang Andrie Elia dalam acara yang dihadiri Sekda Pulang Pisau Saripudin, para Wakil Rektor dan Dekan Fakultas di lingkungan Civitas Akademika UPR.

Perwakilan peserta KKN-T UPR Periode II 2019 mengajukan pertanyaan dalam dialog dengan Rektor UPR, Sekda Pulpis dan Kepala LPPM UPR di Desa Buntoi, Kabupaten Pulpis, pekan kemarin.

Dikatakan, UPR melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) siap menyiapkan dan melatih guru-guru PAUD. Bukan hanya dari S1, tapi juga masyarakat dan mahasiswa.

“Kita bisa dan siap bekerja sama dengan Pemkab Pulang Pisau maupun kabupaten/kota lainnya di Kalteng, melatih masyarakat atau calon pendidik PAUD,” kata Rektor UPR.

Pelatihan bagi guru PAUD ini merupakan salah satu solusi membantu mengatasi kekurangan tenaga pendidik di daerah ini. Seperti yang terjadi di Ksbupaten Pulpis dan daerah-daerah lainnya di Kalteng. Dengan melalui pelatihan khusus, diharapkan guru PAUD memiliki kemampuan, tuntunan, acuan dan dedikasi yang baik, serta siap membina anak-anak didiknya.

Di sisi lain ungkapkan pula, mulai tahun ini, bagi lulusan UPR akan diterbitkan Sertifikat Pendamping Ijazah (SPI) disesuaikan dengan bidang keahlian yang bersangkutan. Contohnya, ada seorang mahasiswa yang pandai melukis, maka akan diterbitkan pula SPI-nya. Sehingga bisa dimanfaatkan sebagai sebuah kompetensi.

“Kepada anak-anakku mahasiswa, tunjukkanlah kompetensi khusus kalian dengan bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. Dan nantinya LPPM UPR akan menerbitkan SPI-nya,” harap Rektor UPR.

Untuk itu, lanjutnya, UPR akan segera membentuk Lembaga Center Karir (LCK). Lembaga ini akan mendata keahlian mahasiswa UPR. Sehingga ketika pihak luar (swasta/dunia usaha/pemerinrah) ingin mencari tenaga kerja yang berkompeten, tinggal membuka website LCK UPR. Di situ akan diketahui data dan keahlian apa yang dimiliki mahasiswa, seperti ahli budidaya perikanan, hortikultura, dan lain-lain.

“Mudah-mudahan dalam tahun ini LCK UPR bisa segera kita bentuk,” ucapnya.(mz/red)

Berita Terkait