Sekretariat BEM UPR Dijadikan Posko Layanan Pindah Memilih

Sekretariat BEM Universitas Palangka Raya menjadi posko pelayanan pindah memilih Pemilu tahun 2019.

PALANGKA RAYA – Sekretariat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Palangka Raya (UPR), dijadikan posko pelayanan pindah memilih. Tujuannya, untuk memudahkan mahasiswa yang berdomisili di luar Palangka Raya agar tetap bisa menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 17 April 2019.

Presiden BEM UPR Karuna Mardiansyah kepada uprjayaraya.com, Jumat (15/02/2019), menjelaskan, posko pelayanan pindah memilih didirikan bekerjasama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Palangka Raya. Posko tersebut, didirikan 14 sampai 16 Februari 2019.

”Posko didirikan atas persetujuan KPU Palangka Raya selaku penyelenggara pemilu, bersinergi dengan BEM UPR,” ungkap Karuna.

Posko, jelasnya, melayani pemindahan lokasi pilih bagi mahasiswa perantau yang ada di UPR. Hal itu untuk memastikan mahasiswa perantau tidak kehilangan hak pilihnya di pemilu, khususnya Pilprs. Mahasiswa yang mengurus pemindahan daerah memilih, akan diberikan formulir A5 sebagai syarat memilih, disamping KTP-el sebagai bukti domisili asli.

“Posko yang didirikan diharapkan dapat dimanfaatkan mahasiswa sebaik mungkin, agar dapat berpartisipasi dalam kancah Pemilu,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Trasmianto selaku perwakilan dari KPU Palangka Raya menambahkan, fasilitas posko pelayanan pindah memilih diberikan khusus bagi mahasiswa yang berdomisili di luar Palangka Raya, agar dapat memilih di ajang Pileg, dan Pilpres mendatang.

“Sebagai bentuk kepedulian, kami dari KPU Palangka Raya telah safari ke seluruh masyarakat, termasuk asrama mahasiswa pendatang. Kami melakukan sosialisasi terkait pelayanan pindah memilih. Itu untuk menekan angka golput, khususnya di kalangan mahasiswa perantau,” ungkapnya.

KPU Palangka Raya mengapresiasi semangat BEM UPR yang telah mau bersinergi. Dengan begitu, angka golput di kalangan generasi milenial dapat ditekan.(redaksi)

Berita Terkait