Semangat Baru UPR, Memasuki New Normal

Rektor UPR Dr. Andrie Elia SE., M.Si

Uprjayaraya.com
Palsngka Raya
Sebagai Universitas negeri terbesar dan tertua yang ada di Palangka Raya membuat Universitas Palangka Raya (UPR) turut berpacu dalam dinamika sosial yang terjadi di era sekarang, apalagi ditengah situasi dan dampak sosial yang terjadi akibat pandemi global Covid 19 yang melanda Indonesia dan juga Kalimantan Tengah. UPR saat ini tengah mempersiapkan diri untuk menerapkan konsep New Normal di lingkungan kampusnya.

Dalam rangka menghadapi New Normal tersebut Rektor UPR Dr. Andrie Elia SE., M.Si, bahkan mengeluarkan pedoman pelaksanaan dengan judul “UPR Semangat Baru memasuki New Normal”. Pedoman tersebut disampaikan kepada seluruh kalangan civitas akademi di Universitas Palangka Raya seperti dosen, tenaga administrator dan mahasiswa UPR, melalui media virtual, pada hari Selasa, 2 Juni 2020 pagi, langsung dari rumah Jabatan Rektor UPR.

Rektor UPR menyampaikan bahwa gagasan dan buah pemikiran yang didapatnya berdasarkan beberapa hasil telaah serta pertimbangan dan kajian bersama-sama dengan para civitas akademika yang ada di lingkungan UPR. Konsep New Normal itu sendiri dilatarbelakangi atas beberapa kebijakan, dari pemerintah pusat diantaranya Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) No. HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan Pengendalian COVID-19 di Perkantoran dan Industri.

Ditambah lagi dengan Surat Edaran yang dikeluarkan oleh Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (SE Menpan-RB) No. 58 Tahun 2020 tentang Sistem Kerja Pegawai ASN dalam Tatanan Normal Baru.

Rektor menyampaikan bahwa layanan Manajemen dan Operasional terhitung sejak tanggal 4 Juni 2020 mendatang, semua unsur pimpinan dan tenaga kependidikan akan bekerja secara keseluruhan dari kantor. Pelaksanaan presensi/kehadiran masih menggunakan log book atau absen manual.

“Protokol COVID-19 secara ketat dan disiplin akan diterapkan dan khusus bagi ASN yang berusia 50 tahun lebih, diatur shift untuk Work For Home atau bekerja dari rumah,” Ucap Andrie.

Rektor UPR Dr. Andrie Elia SE., M.Si

Andrie kembali menjelaskan bahwa kegiatan Belajar Mengajar (KBM), akan dilakukan dengan sistem Hybrid Fisik dan Online. Selain itu alternatif lainnya, yakni diantaranya bagi mahasiswa terbatas fasilitas daring (kuota, hp, note book) bisa memilih tatap muka langsung. Sementara bagi mahasiswa lainnya yang masih bisa melakukan perkuliahan dengan menggunakan sistem dalam jaringan (daring) tetap bisa melakukan perkuliahan dimana saja, bisa dengan memanfaatkan WiFi kampus, kuota subisidi dan kuota pribadi.

Khusus bagi mahasiswa yang mengikuti perkuliahan sistem daring, bisa menggunakan media synchrounous (zooom, google meet, YouTube) durasi diperpendek 30 menit per tatap muka. Bagi mahasiswa yang tetap bisa menggunakan metode daring, tatap dianjurkan menggunakan media synchrounous (google classroom, WAG, line, email dan sebagainya). Untuk kuliah tatap muka, kapasitas ruang 20 orang, dengan jarak tempat duduk minimal 1 meter.

Setiap ruangan harus akan disediakan hand sanitizer, untuk kebersihan ruang kuliah juga harus diperhatikan, presensi/kehadiran dosen tetap menggunakan link, mahasiswa daring membuat absen secara online, sedangkan mahasiswa di kelas dilakukan dengan absen manual. Dan setiap Fakultas yang akan membuat SOP nya.

Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng ini kembali menyampaikan untuk tugas akhir Mahasiswa, seperti penelitian skripsi, tidak harus berupa pengumpulan data primer, disarankan jika memungkinkan berupa data sekunder. Program penelitian bersama (judul penelitian sebagai payung atau dasar) untuk melakukan penelitian secara kelompok, dengan disiplin ilmu yang berbeda, menggarap penelitian untuk tugas akhir secara bersama-sama.

“Bagi mahasiswa yang sedang melaksanakan penelitian di lapangan atau laboratorium, wajib mentaati protokol kesehatan COVID-19 yang berlaku, lalu untuk Layanan Akademik penerimaan mahasiswa baru dilakukan secara online, Heregistrasi dilakukan secara online, pembayaran UKT juga akan dilakukan secara online” ujar Andrie Elia.(Novia)

Berita Terkait