Semangat Berbakti Tidak Luntur meski Dituding Negatif

Uprjayaraya.com
Palangka Raya,
Banyaknya tudingan negative terhadap Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Dr Andrie Elia SE.M.Si terkait proses penjaringan dan pemilihan rektor UPR ditanggapi pria tersebut dengan senyuman.

“Saya dengar saja hal itu. Tapi hal itu tidak akan mempengaruhi kinerja saya. Tetap semangat untuk mengemban amanah sebagai rektor sampai terpilihnya rektor yang baru. Semua proses penjaringan hingga pemilihan kedepanya, adalah kewenangan panitia Pemilihan Rektor yang telah dibentuk oleh senat dan tertuang dalam Keputusan Senat UPR Nomor 42/Senat-UPR/2022,” tulis Rektor UPR Dr Andrie Elia saat dikonfirmasi melalui pesan WA kemarin.

Kabar negatif yang dimaksud seperti dugaan bahwa adanya setingan tidak baik dalam proses pemilihan rektor untuk periode 2022-2026.

Bahkan ada yang mempersoalkan, jabatan Rektor UPR Dr Andrie Elia yang diangkat secara aklamasi oleh senat sebagai ketua senat UPR.

Dr. Andrie Elia SE.M.Si sejak menjabat sebagai Rektor 2018 banyak kemajuan yang dicapai Universitas Palangka Raya baik pembangunan sarana dan prasarana juga meningkatnya akreditasi sejumlah Fakultas serta masuk 100 perguruan tinggi terbaik di Indonesia dan menuju perguruan tinggi internasional.

“Kabar tersebut menurut saya pribadi perlu di akomodir supaya tidak salah paham. Jangan hanya menyebarkan informasi yang tidak berdasar. Sampaikan kepada Dirjen Tinggi Kemendikbud atau kepada Ketua satuan pengawas internal (SPI,red) UPR Dr Ir Petrus Senas. Gunakan cara yang lebih santun ketimbang hanya menyebar informasi begitu,” katanya.

Bagi dirinya, menjadi Rektor bukanlah sekedar jabatan saja. Namun lebih kepada aksi nyata yang telihat dan dirasakan masyarakat.

“Saya sangat yakin, proses perjuangan dengan upaya sungguh-sungguh, tulus dan ikhlas tidak akan mengkhianati hasil. Silahkan nilai sendiri kinerja saya sebagai rektor. Apakah penuh setingan atau memang tulus,” tulisnya.

Sementara itu, Ketua SPI UPR Dr Ir Petrus Senas MP menyampaikan bahwa, terpilihnya Andrie Elia sebagai ketua senat adalah atas keputusan senat UPR sendiri.

Rapat senat yang digelar di aula Lantai 6 PPIIG UPR pada Kamis 07 Maret 2022. Dihadiri oleh 40 anggota senat UPR, Badan Eksekutif Mahasiswa dan perwakilan Dosen.

“Senat adalah forum tertinggi dalam perguruan tinggi sesuai statuta perguruan tinggi. Aturannya ada dalam statuta Perguruan Tinggi UPR, namun perlu diketahui, apabila ada situasi khusus yang tidak ada diatur didalamnya, maka bisa dimusyawarahkan melalui rapat senat. Karena Statuta itu juga terbetnuk atas musyawarah dan keputusan dalam rapat senat,” katanya.

Lanjutnya, keputusan senat tersebut kemudian disampaikan kepada pemerintah pusat untuk diketahui dan tidak tepat bahwa keputusan itu berlaku untuk semua. Ada hal yang hanya berlaku di satu peguruan tinggi.

“Yang penting keputusan itu lahir dari keputusan senat. Rektor menjadi ketua senat itu juga telah disetujui oleh Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud,” tutupnya. (rul)

Berita Terkait