Siapkah Palangka Raya Jadi Ibu Kota Pemerintahan?

Rektor UPR Dr Andrie Elia SE M.Si (tiga dari kanan) berfoto bersama Ketua BKS PTN Wilayah Barat dan para pembicara utama Seminar Internasional dan Rapat Tahunan BKS PTN Wilayah Barat di Palangka Raya, beberapa waktu lalu.

PALANGKA RAYA – Kota Palangka Raya secara historis sudah dipilih oleh Presiden Pertama Republik Indonesia (RI) Soekarno, untuk menjadi calon Ibu Kota Pemerintahan RI. Wilayah Kota Palangka Raya khususnya dan Kalimantan Tengah umumnya merupakan daerah yang berada di tengah-tengah Pulau Kalimantan. Sehingga membuka akses ke mana saja. Selain itu, bebas dari ancaman gempa bumi, tsunami, dan juga banjir skala besar.

Hal ini dipaparkan Rektor Universitas Palangka Raya (UPR), Dr Andrie Elia SE M.Si saat menjadi pembicara utama Seminar Internasional dan Rapat Tahunan (Semirata) Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Negeri (BKS PTN) Wilayah Barat Tahun 2018, yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPR di Hotel Luwansa Palangka Raya, beberapa waktu lalu.

Seminar Internasional ini mengusung tema “Tantangan, Peluang dan Dinamika Kota Palangka Raya sebagai Calon Ibu Kota Pemerintahan Republik Indonesia”.
Hal yang terpenting seperti disinggung oleh Rektor UPR adalah kesiapan seluruh masyarakat Kalimantan Tengah, terutama masyarakat Dayak. Banyak pihak berpendapat di antaranya bahwa jika nantinya Kota Palangka Raya menjadi Ibu Kota Pemerintahan RI, orang Dayak bakal tersisih dan terpinggirkan seperti kasus Betawi di Jakarta. Namun Rektor UPR menyanggah pendapat itu.

“Orang Dayak sudah memiliki kebudayaan dan identitas yang kuat. Sehingga tidak mudah tergerus oleh modernisasi. Apalagi dengan budaya Falsafah Huma Betang, orang Dayak sudah siap hidup dan berinteraksi dengan siapa saja tanpa melihat perbedaan suku, agama, dan status sosial,” jelas Andrie.

Pembicara lainnya, Prof Dr Mustain Mashud, mengingatkan agar masyarakat Dayak perlu mempersiapkan Sumber Daya Manusia yang handal dalam menyongsong berbagai perubahan di masa-masa mendatang. Sehingga siap berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pembangunan dan bukan hanya sebagai penonton belaka.

Acara ini dihadiri Ketua BKS PTN Wilayah Barat Prof Dr Syafsir Akhlus M.Sc, yang juga merupakan Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjung Pinang. Sedangkan para pembicara utama adalah Dr Andrie Elia SE M.Si (Rektor UPR), Prof MP Lambut Ems (ULM), Prof Owen Podger (University of Canberra), Prof Dr Mustain Mashud M.Si (Universitas Airlangga), Prof Dr Uwe Hummels BA M.Th Pd.D (Jerman).

Secara umum kelima pembicara utama itu menyatakan sangat mendukung Kota Palangka Raya sebagai calon Ibu Kota Pemerintahan RI.(redaksi)

Berita Terkait