Tata Kelola Organisasi UPR akan Dibenahi

Rektor Universitas Palangka Raya DR Andrie Elia Embang SE MSi, Wakil Rektor Bidang Hukum, Sumber Daya Manusia, dan Kemahasiswaan Prof Suandi Sidauruk, serta Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Keuangan Prof Sulmin, menjelaskan soal pelaksanaan assesment tenaga kontrak kepada wartawan, Kamis (27/12/2018).

PALANGKA RAYA – Tata kelola organisasi menjadi bagian penting dalam menggerakkan sebuah lembaga. Apabila tata kelola organisasi tidak berjalan dengan baik, dipastikan banyak pekerjaan yang tersendat. Untuk itu, persoalan tata kelola organisasi, menjadi fokus utama yang akan dibenahi dalam waktu segera.

Pernyataan itu dilontarkan Wakil Rektor Bidang Hukum, Sumber Daya Manusia, dan Kemahasiswaan Universitas Palangka Raya (UPR) Prof Suandi Sidauruk, saat menyampaikan laporan pelaksanaan assesment tenaga kontrak, di aula Palangka, Kamis (27/12/2018).

“Ada yang salah dalam tata kelola organisasi kita. Itu yang menjadi tugas saya, untuk membenahi. Tata kelola organisasi, tidak boleh terhambat. Itu mengganggu pengembangan UPR,” tegas Sidauruk.

Contoh kecil, jelas Sidauruk, rencana pelaksanaan assesment, sudah disosialisasikan jauh hari. Tempat pembukaan di aula Palangka. Anehnya, ketika hendak pelaksanaan, tempat belum siap. Terpaksa harus menyiapkan tempat terlebih dahulu, baru bisa melaksanakan. Itu menunjukkan tata kelola organisasi tidak berjalan.

Bukan hanya itu, jelas Sidauruk, banyak program rektor yang harusnya sudah berjalan. Tapi tata kelola organisasi belum berjalan maksimal. Akhirnya program itu tetap dijalankan, tanpa melihat tata organisasi. Karena ketika diminta melaksanakan, tidak bisa cepat.

“Itu karena penempatan sumber daya manusia, tidak sesuai kompetensi. Kedepan kita akan perbaiki. Bagi yang tidak berjalan, kita benahi. Rektor ingin bergerak cepat membangun UPR. Yang tertinggal, kita tinggalkan,” tegas Sidauruk.

Ia mengakui, banyak kelemahan dalam sisten organisasi di UPR. Tentu tidak boleh dibiarkan. Pihaknya akan menata ulang pengorganisasian. Caranya dengan memperbaiki sumber daya manusia yang ada. Seseorang akan ditempatkan pada posisi yang sesuai kompensi dimiliki.(redaksi)

Berita Terkait