Tim Bantuan Medis Tingang Menteng (TBM-TM) Fokus Kegiatan Kemanusiaan dan Sosial

Uprjayaraya.com
Palangka Raya,
Tim Bantuan Medis Tingang Menteng (TBA-TM) merupakan Badan Semi Otonom yang berada di Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya yang berfokus pada kegiatan kemanusiaan dan juga melakukan kegiatan sosial.
Berbagai kegiatan dilakukan diantaranya bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian sembako dan masker kepada masyarakat. Selain itu, TBM-TM juga mengadakan pendidikan dan pelatihan tindakan medis secara rutin bagi anggota.
Dalam menghadapi masa pandemi Covid-19 serta social distancing seperti saat ini, TBM-TM untuk pertama kalinya mengadakan Webinar pada Sabtu, 20 Juni 2020 dengan mengangkat tema New Norma “Berani Melangkah Untuk New Normal”. Dengan dihadiri rektor Universitas Palangka Raya Dr. Andie Ellia., SE. MSi, dekan Fakultas Kedokteran UPR sendiri Prof. Dr. dr. Syamsul Arifin, M.Kes. beserta jajarannya, serta masyarakat pada umumnya dan mahasiswa seluruh Indonesia khususnya. Dengan mengangkat tema New Normal pemateri menyampaikan mengenai manajemen stres dan manajemen gizi dimasa New Normal.
Rektor menyampaikan bahwa New Normal adalah suatu kebijakan terbuka kembalinya aktivitas ekonomi khususnya kegiatan publik secara terbatas dengan menggunakan standar kesehatan. Kedua, New Normal adalah upaya menyelamatkan hidup warga dan menjaga agar negara tetap bisa berfungsi atau berdaya guna. Ketiga, New Normal adalah tahapan baru setelah kebijakan stay at home dan work from home, dilakukan pembatasan sosial mencegah penyebaran secara masif wabah virus corona. New Normal utamanya adalah agar warga yang memerlukan aktivitas diluar rumah agar bekerja dengan menggunakan standar kesehatan yang ditetapkan bukan sekedar bebas bergerombol. Keempat, New Normal diberlakukan karena tidak mungkin warga atau masyarakat terus menerus bersembunyi dirumah, tidak mungkin seluruh aktivitas ekonomi berhenti, jika perekonomian berhenti akan menyebabkan kebangkrutan total ekonomi bangsa, PHK masal, stagnan produksi, kelangkaan barang dan jasa serta kelangkaan pangan yang menimbulkan kekacauan sosial. Kelima, New Normal ditujukan agar negara tetap mampu menjalankan fungsi-fungsinya sesuai dengan konstitusi. Diharapkan dengan New Normal pemasukan negara berasal dari pajak penerimaan negara lainnya bisa memberikan kontribusi bagi kesejahteraan rakyat, jika aktivitas ekonomi terus berhenti total maka negara tidak mempunyai pemasukan.
“Mudah-mudahan Webinar ini memberikan pengetahuan kepada kita dan seluruh masyarakat pendengar.” Ungkap Rektor UPR pada sambutannya.
“Harapan kami dengan kegiatan ini juga merupakan kontribusi dari akademisi terhadap penanganan Covid-19 di Kalimantan Tengah khususnya dalam rangka memberikan informasi yang seluas-luasnya baik pada masyarakat ilmiah maupun pada masyarakat awam tentang apa saja yang berkaitan dengan Covid-19” ungkap Dekan FK UPR pada sambutannya.
“Manajemen stress dalam masa-masa pandemi ini sangat penting bagi masyarakat, karena akan berpenfaruh pada fisik, mental, maupun psikis setelah pandemi” Ungkap dr. Dina Elizabeth Sinaga, Sp. KJ sebagai narasumber.(Tim)

Berita Terkait