UPR Benahi Aset

Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Dr. Adrie Elia, S.E., M.Si.
Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Dr. Adrie Elia, S.E., M.Si.

Uprjayaraya.com

PALANGKA RAYA,
Universitas Palangka Raya menginventarisir sejumlah aset milik kampus dan yang dipergunakan civitas akademika dalam menjalankan program kuliah. Salah satu asset yang menjadi milik UPR yakni gedung Sekolah Guru Olahraga (SGO) FKIP UPR di Jalan Kartini diketahui terbakar pada Senin (14/9).

Gedung tersebut dikatakan Rektor UPR, Andrie Elia Embang memang benar milik UPR dan sudah diajukan perbaikan kepada kementerian per April 2020 lalu.

“Kami sudah ajukan demolish Gedung SGO itu ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sejak April 2020. Kendala yang dialami karena gedung tersebut tidak berani difungsikan karena belum ada uji kelayakan sejak serah terima pada tahun 1999. Gedung itu dibangun oleh Pemprov Kalteng di tahun 1979,” ungkap Andrie.

Ia menuturkan bahwa tidak ada asset baru dalam musibah kebakaran yang melanda gedung SGO. Aset yang berada di dalamnya, disebut Andrie Elia adalah asset lama yang telah rusak dan tidak bisa dimusnahkan karena belum ada tahapan pemeriksaan.

“Laporan di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) tahun 2003, asset gedung SGO dan bangunan di sekitarnya beserta tanah seluas 2,7 hektare bernilai Rp 1,3 Miliar. Kami juga sudah menginventarisir asset asset lainnya milik kampuas UPR,” katanya belum lama ini.

Diterangkannya, ada beberapa asset yang dimiliki UPR seperti kawasan Kampus Tunjung Nyaho dengan luas tanah 600 hektare, Tanah di Hampangen KM 68 seluas 5000 hektare, dan Tanah di Sebangau seluas 50 ribu hektare.

Andrie juga mengatakan pihaknya menginventarisir setiap tanah di lokasi Kampus UPR yang saat ini ditempati oleh dosen dan civitas akademika.

“Nanti akan segera kita inventarisir apakah sudah ada yang tidak aktif tapi masih menempati, atau sudah berpindah tangan akan kami rekap. Karena semua itu milik UPR dan dipergunakan untuk civitas akademika,” terangnya.

Terkait penjagaan, Andrie menyebut wilayah kampus saat ini dijaga ketat dengan sistem buka tutup portal jika memasuki jam malam. Setiap pukul 21.00 WIB, Andrie menyebut beberapa portal ditutup untuk meminimalisir adanya aktivitas dari masyarakat luar di area kampus. (Rul)

Berita Terkait