UPR dan Kemenkes Perkuat Sistem Penelitian Bidang Kesehatan

Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi berkoordinasi dengan Menkes RI Prof Dr dr Nila Djuwita F Moelok Sp.M di Jakarta, Senin (12/3/2019), terkait kerja sama penguatan mutu penelitian di bidang kesehatan.

PALANGKA RAYA – Universitas Palangka Raya (UPR) terus berbenah. Tidak hanya sarana dan prasarana, namun pembenahan juga dilakukan pada bidang kesehatan.

Teranyar, universitas tertua di Provinsi Kalimantan Tengah tersebut melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Senin (11/3/2019)

Staf Ahli Rektor UPR, Agus Mulyawan SH MH mengatakan kerja sama ini tentu sesuai dengan apa yang nantinya menjadi strategi program penelitian dan pengembangan kesehatan Kemenkes RI yakni penguatan jejaring penelitian kesehatan dan laboratorium guna memperkuat sistem penelitian di bidang kesehatan.

“Pelaksanaan riset yang nantinya di arahkan pada metodologi riset operasional guna menghasilkan rekomendasi untuk perbaikan kebijakan dan perencanaan kesehatan, peningkatan diseminasi dan advokasi hasil penelitian utk mendorong pemanfaatan hasil penelitian,” kata Agus, kepada UPRjayaraya, Selasa (12/3/2019)

Rektor Universitas Palangka Raya Dr Andrie Elia MSi menjelaskan, kerja sama ini nantinya meliputi peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pemanfaatan hasil penelitian dan pengembangan di bidang kesehatan dalam rangka perumusan kebijakan pembangunan kesehatan, publikasi dan diseminasi serta secara khusus melingkupi penelitian penyakit dan kesehatan masyarakat berbasis rawa gambut.

Sementara itu, Menkes RI Prof Dr dr Nila Djuwita F Moelok Sp.M menyampaikan arah kebijakan pembangunan kesehatan di antaranya meningkatkan kesehatan ibu, anak dan kesehatan reproduksi, mempercepat perbaikan gizi, meningkatkan pengendalian penyakit.

Kemudian, memperkuat implementasi gerakan masyarakat hidup sehat dan pemberdayaan masyarakat, meningkatkan pemerataan akses dan kualitas pelayanan kesehatan serta memperkuat tata kelola, penelitian dan pengembangan, serta meningkatkan efektivitas pembiayaan kesehatan.

“Perluasan penelitian dan pengembangan prioritas, mencakup penelitian yang mendorong kemandirian produksi bahan baku obat dalam negeri, life sciences, vaksin halal, perbaikan layanan pencegahan, penemuan dan pengobatan penyakit, serta evaluasi efektivitas penerapan intervensi kesehatan,” kata Menkes. (yfd/redaksi)

 

Berita Terkait