UPR Dibangun Untuk Menyiapkan SDM Kalteng

Rektor Universitas Palangka Raya DR Andrie Elia Embang SE MSi, berfoto bersama dengan Wakil Rektor, Dekan, dan pejabat lainnya, usai memberikan keterangan pers di hadapan wartawan, beberapa waktu lalu.

PALANGKA RAYA – Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang sejarah singkat berdirinya Universitas Palangka Raya (UPR). UPR berdiri, didasarkan semangat untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) Kalimantan Tengah (Kalteng), agar dapat bersaing dengan dunia luar.

Rektor UPR DR Andrie Elia Embang SE MSi, Senin (07/01/2019), mengisahkan, UPR berdiri pada 10 November 1963, atau sekitar 6 tahun setelah berdirinya Kalteng. Perguruan tinggi tertua di Kalteng ith, diberi nama Kampus Tunjung Nyaho. Di awal berdiri, Kampus Tunjung Nyaho dipimpin seorang Presidium Nang Patianom.

Kampus awalnya berdiri berdiri di atas hutan belantara, tanpa ada dosen maupun mahasiswa. Namun sudah ada dua jurusan kala itu, yaitu ekonomi serta keguruan dan ilmu pendidikan berlokasi di Barimba, Kabupaten Kapuas.

“Menindaklanjuti berdirinya Kampus Tunjung Nyaho, Tjilik Riwut berusaha berkomunikasi dengan Presiden Soekarno. Tokoh pendiri Kalteng itu mengatakan, untuk berdirinya Kalteng diperlukan membaangun sumber daya manusia,” katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan tenaga Dosen, putera dan puteri terbaik Kalteng disekolahkan Tjilik Riwut ke sejumlah kampus ternama di Indonesia. Usai menempuh pendidikan, beberapa orang yang disekolahkan kemudian menjadi dosen, dengan status Dosen Pegawai Pemerintah Daerah.

Dengan berjalannya waktu, lanjut Andrie, Kampus Tunjung Nyaho berubah nama menjadi Universitas Palangka Raya yang sekarang dikenal dengan sebutan UPR. Perguruan tinggi yang didirikan tentunya milik masyarakat Kalteng.

“Menjadi suatu beban berat bagi unsur pimpinan UPR untuk menjawab tantangan ke depan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. UPR menjadi ujung tombak masyarakat Kalteng, dalam meningkatan dan membangun SDM,” terangnya.

Karenanya sejak dilantik menjadi Rektor UPR, dia langsung menanamkan Mars menjadikan UPR Jaya Raya. Mars itu, mencerminkan masyarakat Kalteng punya SDM yang berdaya saing atau tidak kalah dengan SDM di Indoneaia bahkan di dunia.

“Saya meminta mahasiswa UPR, agar mampu menjawab tantangan dalam perkembangan dunia pendidikan. Bahkan kalau memungkinkan, jangan takut menerima beasiswa sekolah di luar negeri. Banyak contoh Dosen UPR yang berani menjawab tantangan itu, kini menjadi calon pemimpin masa depan UPR, dan Kalteng pada umumnya,” tutup Ketua Harian DAD Kalteng itu.(redaksi)

Berita Terkait