UPR Peringkat 71 Perguruan Tinggi Terbaik

Rektor Universitas Palangka Raya DR Andrie Elia Embang SE MSi bersama isteri.

PALANGKA RAYA – Universitas Palangka Raya kembali menorehkan prestasi. Kali ini, kampus tertua di Kalimantan Tengah berhasil masuk pada urutan 71 perguruan tinggi terbaik di Indonesia versi webometrics.

Situs webometrics merilis peringkat perguruan tinggi terbaik dunia, termasuk di Indonesia. Ada 20 perguruan tinggi di dunia dari 200 negara yang dinilai. Pada rilis Januari 2019, Universitas Palangka Raya (UPR)mampu naik peringkat 71 lembaga pendidikan tinggi di Indonesia.

Sebelumnya, UPR hanya mampu berada pada peringkat 167. Webometrisc merupakan sistem yang memberikan penilaian terhadap kemajuan universitas sedunia melalui website resmi. Webometrics menilai universitas menggunakan presence 20 persen, impact 50 persen, openness 15 persen, dan excellence 15 persen.

Presence merupakan jumlah halaman web host pada webdomain utama, termasuk subdomain dan direktori dari universitas yang diindeks mesin pencari Google. Impact 50 persen merupakan kualitas konten dengan menghitung semua external inlinks yang diterima webdomain universitas dari pihak ketiga.

Openness 15 persen merupakan jumlah file dokumen seperti Adobe Acrobat (.pdf), Adobe PostScript (.ps, .eps), Microsoft Word (.doc,.docx) dan Microsoft Powerpoint (.ppt, .pptx) yang terindeks mesin pencari (Google Scholar).

Excellence merupakan jumlah publikasi artikel ilmiah perguruan tinggi yang bersangkutan yang terindeks di Google Scholar atau mesin pencari yang menjadi indikator penilaian webometrics.  Setiap tahun, Webometrics selalu merilis peringkat perguruan tinggi.

Rektor UPR DR Andrie Elia Embang SE MSi, Selasa (12/02/2019), mengaku, prestasi yang dicapai bukan hasil dari kerja kerasnya sendiri. Melainkan, hasil kerja seluruh civitas akademika. Penilaian membanggakan diberikan lembaga internasional yang secara intens menyusun peringkat perguruan tinggi di dunia.

“Saya bangga punya team work yang mampu diajak bekerjasama dalam mengambangkan, dan meningkatkan prestasi UPR. Artinya, hasil itu bukan karena saya menjabat sebagai rektor,” tegas Andrie.

Hasil itu, jelasnya, karena semua civitas akademika memiliki keinginan yang sama untuk memajukan UPR. Ia hanya sebagai motor penggeraknya. Rektor hanya mengkoordinir pengembangan perguruan tinggi. Seluruh civitas akademika bangga berada diperingkat 71. Namun tetap, harus dilakukan upaya, untuk menaikkan peringkat hingga masuk 50 besar.

UPR, jelasnya bisa berada jauh diatas prestasi yang ada dengan kerja keras bersama. Pemeringkatan versi webomatrics, menjadi acuan, dan penyemangat untuk terus bekerja demi terwujudnya UPR Jaya Raya.

“UPR Jaya Raya merupakan cita-cita para pendiri. Itu yang ingin kita wujudkan sekarang,” tegasnya.(redaksi)

Berita Terkait