Tim UPR Juarai Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna

Juara Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna Provinsi Kalteng 2019 saat menerima hadiah sebagai pemenang dari pihak penyelenggara.

PALANGKA RAYA – Tim dari Universitas Palangka Raya (UPR) berhasil keluar sebagai pertama Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Tahun 2019, yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), belum lama ini.

Lomba TTG tersebut berlangsung pada 25 Juli 2019 lalu di Hotel Royal Global Palangka Raya, Jalan Tjilik Riwut Palangka Raya. Kegiatan ini diikuti oleh tujuh peserta yang berasal dari beberapa perguruan tinggi di Provinsi Kalteng, Posyatek dan masyarakat umum.

Data yang dihimpun uprjayaraya.com, panitia dan dewan juri telah menentukan kriteria penilaian yang harus diperhatikan oleh peserta lomba. Di antaranya proposal, substansi dari karya yang diciptakan dan presentasi peserta.

Setelah melalui proses penilaian secara menyeluruh, pada Lomba Inovasi TTG Tahun 2019 ini, pemenang pertama berhasil diraih oleh UPR dengan kolaborasi Tim dari Fakultas Teknik dan Fakultas Pertanian. Alat inovasi teknologi tepat guna yang ditampilkan berupa Bio-Multifilter dengan Model Sarang Tawon. Alat ini berfungsi untuk memperoleh air bersih dengan mudah dan murah.

Diinformasikan panitia, bahwa pemenang pertama tingkat provinsi akan mewakili Kalteng mengikuti Lomba Inovasi TTG Tingkat Nasional yang akan diselenggarakan di Jakarta pada bulan Agustus 2019 ini. Apabila masuk 10 besar terbaik, karyanya akan dipamerkan pada kegiatan berskala nasional di Bengkulu.

Untuk juara 2 Lomba TTG Tingkat Provinsi Kalteng, diraih oleh peserta dari Kabupaten Kotawaringin Barat dengan alat inovasi TTG berupa Mesin Pencacah Rumput untuk Pakan Ternak. Sedangkan juara 3 diperoleh oleh peserta dari Kabupaten Kotawaringin Timur dengan alat inovasi TTG kompor bahan bakar menggunakan oli bekas.

Dari kegiatan ini, diharapkan dapat menumbuhkan dan mengembangkan ide-ide kreatif yang ada di masyarakat, pelajar, mahasiswa dan akademisi. Di mana teknologi yang dihasilkan juga diharapkan dapat mempercepat usaha ekonomi masyarakat di Provinsi Kalteng. (mz/red)

Berita Terkait