Akses Transportasi Darat di Tasik Payawan Masih Lumpuh

Kondisi Kantor Kecamatan Tasik Payawan, Kabupaten Katingan yang tergenang air banjir hingga saat ini.

KASONGAN – Prasarana transportasi darat di wilayah Kecamatan Tasik Payawan, Kabupaten Katingan masih lumpuh akibat banjir, hingga Kamis (13/6). Akses jalan yang menghubungkan delapan desa di kecamatan itu masih terputus.

Camat Tasik Payawan, Pimanto menyebut, ruas jalan penghubung desa-desa ke kecamatan dan menuju Kota Kasongan masih lumpuh. Warga tidak dapat menggunakan kendaraan roda dua apalagi roda empat.

“Bagi warga yang ada perahu menggunakan perahu. Tapi bagi warga yang tidak ada perahu, ya terpaksa harus jalan kaki untuk berbelanja ke warung atau toko untuk membeli bahan kebutuhan,” ujar Pimanto, Kamis (13/6/2019).

Bencana banjir yang melanda Kabupaten Katingan semakin memberikan dampak negatif. Pasalnya, perekonomian masyarakat terutama di wilayah Kecamatan Tasik Payawan lumpuh total. Sedikitnya lima ribu kepala keluarga di wilayah itu tidak dapat melakukan aktifitas ekonomi.

Lumpuhnya perekonomian tersebut karena terputusnya prasarana infrastruktur jalan penghubung desa ke desa dan ke pusat Pemerintahan Kabupaten Katingan di Kota Kasongan. Meliputi Desa Petak Bahandang, Luwuk Kanan, Luwuk Kiri, Talingke, Tewang Tampang, Tumbang Panggo, Hyang Bana dan Handiwung

Delapan desa tersebut terisolasi. Titik jalan yang putus terutama di Jalan Baun Bango yang merupakan satu-satunya akses transportasi darat menuju Kota Kasongan. Sepeda motor hanya dapat melewati jalur itu dengan menggunakan getek.

Namun, kendaraan roda empat tidak dapat melintas. Karena ketinggian air yang menggenangi badan jalan hampir mencapai satu meter. Kondisi di semua desa pun warga siaga untuk mengamankan barang-barang berharga.

“Semua desa di Tasik Payawan terdampak banjir. Kondisi jalan yang putus mengakibatkan masyarakat tidak dapat melakukan aktifitas transportasi, mobilisasi dan distribusi barang jasa,” ujar Pimanto.

Karena situasi itu, sebut Pimanto, masyarakat tidak dapat melakukan usaha dan pekerjaan. “Warga tidak dapat melakukan aktifitas seperti menyadap karet dan mengambil rotan yang menjadi profesi tumpuan warga untuk memenuhi kebutuhan dapur,” imbuhnya.

Meskipun belum ada warga mengungsi, kondisi yang sangat mengkhawatirkan, wilayah Tasik Payawan jika terkena terjangan banjir akan berlangsung sangat lama. Bisa terjadi selama berbulan-bulan. Pasalnya, wilayah itu dengan Kecamatan Kamipang berada pada titik pertemuan air pasang laut dan arus sungai.

“Masyarakat sangat membutuhkan bantuan sembako, terutama beras untuk mengurangi beban mereka,” harapnya. (yfd/red)

Berita Terkait