Andrie Elia Pimpin Forum Intelektual Dayak Nasional Kalteng

Dr Andrie Elia SE MSi

PALANGKA RAYA – Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Dr Andrie Elia SE MSi, ditunjuk dan ditetapkan sebagai penerima mandat menjadi Ketua Forum Intelektual Dayak Nasional (FIDN) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), sekaligus diberikan wewenang untuk menyusun kepengurusannya. Acara penyerahan mandat tersebut berlangsung di Jakarta, awal Juni 2019 lalu.

Mandat tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum FIDN Dr Yovinus didampingi Sekretaris FIDN Pusat Theresia Hosana dan sejumlah pengurus FIDN lainnya.

“Saya ditunjuk dan diberi mandat langsung untuk menjadi Ketua DPD FIDN Provinsi Kalteng. Sekarang ini susunan pengurusnya sedang kita bentuk, termasuk mempersiapkan pembentukan FIDN di kabupaten/kota se Kalimantan Tengah. Kini sudah ada beberapa kabupaten yang sudah menyatakan kesiapannya,” jelas Andrie Elia dalam pertemuan yang dihadiri Ketua Umum dan Sekretaris FIDN Pusat di Palangka Raya, Kamis (13/6/2019).

Dipaparkan, FIDN ini adalah organisasi kemasyarakatan (ormas) warga Dayak yang bertujuan mengangkat harkat dan martabat suku Dayak, agar lebih maju dan berdaya saing serta ikut menjadi penentu kebijakan nasional.

“Kita memang harus berbuat bagaimana intelektual Dayak menjadi cerminan suku Dayak. Intelektual itu tidak mesti harus orang yang bersekolah tinggi, tapi siapa saja bisa sepanjang bisa memberikan kontribusi kepada pembangunan sumber daya manusia (SDM) Dayak,” terangnya.

Selama ini, kata Andrie Elia, banyak hasil-hasil kerja dan penelitian dari tokoh-tokoh masyarakat Dayak yang tidak diketahui masyarakat luas dan tidak terekspos. Padahal hasil penelitian itu sangat berguna bagi masyarakat luas.

“Ini yang juga menjadi salah satu hal nantinya kita dorong untuk lebih dikenal lagu secara nasional. Tentu orang-orang Dayak yang berdomisili di luar Kalimantan dan bahkan yang dekat dengan pimpinan pemerintahan di pusat, kita harapkan dapat membantu mengangkat harkat dan martabat suku Dayak,” jelas Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng ini.

Hal lain yang juga akan diperjuangkan nantinya, adalah adanya tokoh Dayak Kalteng sebagai penentu kebijakan di tingkat pusat, misalnya menjadi Menteri Kabinet. Karena selama berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), belum pernah ada orang Dayak asal Kalteng yang menjadi Menteri Kabinet.

“Tapi yang terpenting adalah bagaimana kita mengangkat harkat dan martabat suku Dayak ini agar lebih baik lagi,” tegas Andrie Elia.

Rencananya, berdasarkan hasil rapat tanggal 1 Juni 2019 lalu di Jakarta, FIDN akan mengadakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pertama di Jakarta pada 30-31 Agustus 2019. Rakernas FIDN ini akan dirangkaikan dengan seminar dan pagelaran seni.(mz/red)

Berita Terkait