Anggaran Gerakan Pramuka Diharapkan Memadai

Ketua Harian Kwarda Kalteng, Ibnu Elmi AS Pelu (tengah) saat membuka Orientasi Kepramukaan Bagi Pengurus Kwarda Gerakan Pramuka Kalteng di Palangka Raya, Selasa (13/8/2019) malam.

PALANGKA RAYA – Pramuka sekarang dituntut mampu menjadi solusi, bukan sebagai masalah. Sehingga Pramuka memang benar-benar ada di tengah-tengah masyarakat. Artinya, kehadiran Pramuka harus mampu memberikan solusi bagi masyarakat dalam menyelesaikan suatu masalah.

Hal itu disampaikan Ketua Harian Kwarda Gerakan Pramuka Kalimantan Tengah (Kalteng), Dr Ibnu Elmi AS Pelu SH MH, dalam arahannya pada Orientasi Kepramukaan Bagi Pengurus Kwarda Gerakan Pramuka Kalteng masa bakti 2018-2023 di Palangka Raya, Selasa (13/8/2019) malam.

Namun demikian, jelas Kak Ibnu, Pramuka tidak akan bisa maksimal melaksanakan kegiatan-kegiatannya jika tanpa dukungan anggaran yang memadai. Anggaran ini sumber utamanya adalah dari pemerintah.

“Pramuka tanpa anggaran, sudah bukan zamannya. Karena itu, semua Kwartir Cabang (Kwarcab) se-Kalteng agar mengajukan usulan anggarannya tidak hanya ke Pemerintah Kabupaten/Kota saja, tapi juga wajib disampaikan ke Pemerintah Provinsi Kalteng,” harap Kak Ibnu didampingi Wakil Ketua Kwarda Kalteng Kak Dr Bambang Mantikei MSi dan dihadiri Pelatih Pramuka Berkualifikasi Nasional, Kak Dr Suyahman.

Dikatakan, Kwarcab juga harus menyerahkan usulan anggarannya ke Pemprov Kalteng. Ini penting, karena politik anggaran itu ada di provinsi. Anggaran Pramuka di tingkat Kwarcab ada di dalam satuan anggaran kabupaten/kota. Sedangkan rencana anggaran kabupaten/kota, terlebih dahulu harus mendapat persetujuan Gubernur. Dengan demikian, maka anggaran Pramuka tingkat Kwarcab, juga akan mendapat perhatian Gubernur.

“Kita ingin agar anggaran Kwarcab tidak terlalu jauh nilainya dari anggaran Kwarda,” kata Kak Ibnu.

Ditambahkan, dengan adanya anggaran Kwarcab yang nilainya memadai, maka pelaksanaan kegiatan bisa berjalan dengan lancar. (mz/red)

Berita Terkait