Asrama Mahasiswa di Lingkungan UPR Akan Dievaluasi

Asrama Mahasiswa Kabupaten Barito Utara, yang terletak di lingkungan UPR.

PALANGKA RAYA – Keberadaan sejumlah asrama mahasiswa dari beberapa kabupaten di Kalimantan Tengah (Kalteng) yang terletak di lingkungan Universitas Palangka Raya (UPR), akan segera dievaluasi.

Pasalnya, dalam beberapa Surat Keputusan (SK) Rektor UPR sebelumnya, saat ini dinilai sudah tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terbaru, yakni PMK Nomor 96/PMK, 06/2007, dan PMK Nomor 78/PMK, 06/2014.

“Kami beberapa waktu yang lalu coba membuka-buka kembali SK penempatan asrama mahasiswa di lingkungan UPR, dalam rangka penataan aset. Dari hasil telaahan yang dilakukan, didapati semua tidak sama dan tidak sesuai dengan PMK yang baru,” sebut Kepala Bagian Umum, Hukum, Tatalaksana, dan Barang Milik Negara UPR, Suwandy SE, Kamis (9/5/2019).

Menurutnya, di lingkungan UPR saat ini terdapat tujuh asrama mahasiswa. Asrama tersebut adalah Asrama Mahasiswa Kabupaten Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kotawaringin Timur, Lamandau, Gunung Mas, dan Asrama Mahasiswa Kabupaten Murung Raya.

Suwandy menjelaskan, dalam semua SK yang ada, status bangunan tersebut tidak jelas apakah berstatus bangun guna serah atau bangun serah guna. Melainkan di SK disebutkan, tanah yang dibangun asrama itu adalah pinjaman dan pinjam pakai.

Sementara dalam PMK tahun 2007 dan 2014 disebutkan jika aset tersebut pinjaman, maka jangka waktu pinjam pakai paling lama selama lima tahun, dan dapat diperpanjang selama satu kali.

“Faktanya di semua SK asrama mahasiswa, rata-rata pinjaman atau pinjam pakai tanah yang dilakukan lebih dari lima tahun. Selain itu, tidak ditemukan adanya perpanjangan pinjaman ataupun pinjam pakainya,” tegas Suwandy.

Bahkan dari semua asrama mahasiswa yang ada di lingkungan UPR, hanya Asrama Mahasiswa Kabupaten Barito Utara saja yang tidak ditemukan SK penetapan dari Rektor UPR, serta batas waktu pinjaman maupun pinjam pakainya. (il/red)

Berita Terkait