Budidaya “Babe” Hanya Penuhi 20 Persen Kebutuhan Lokal

Cabe dan bawang merah

PALANGKA RAYA – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengakui, budidaya bawang merah dan cabe (Babe) di Provinsi Kalteng, hingga kini hanya mampu memenuhi kebutuhan lokal sebesar 20 persen. Sehingga sebagian pemenuhan kebutuhan komoditas itu, masih harus didatangkan dari luar daerah.

Jenta, salah seorang anggota TPID Kalteng, yang sehari-hari bertugas sebagai Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kalteng, mengakui bahwa untuk memenuhi kebutuhan Babe setiap harinya, Kalteng masih tergantung dengan Pulau Jawa dan Sulawesi.

“Dengan kata lain, pemenuhan kebutuhan Babe di Bumi Tambun Bungai perbandingannya 80:20. Artinya, 80 persen kebutuhan masih didatangkan dari luar daerah. sedangkan 20 persen di antaranya merupakan produksi petani lokal,” tutur Jenta di Palangka Raya, kemarin.

Berdasarkan informasi dari instansi terkait, kebutuhan bawang merah di Kalteng yaitu 6-8 ton per harinya, sementara cabai yakni sebanyak 4-6 kwintal per hari. Jumlah kebutuhan tersebut selalu berubah menyesuaikan kondisi pasar maupun kebutuhan masyarakat, apalagi jelang hari besar keagamaan.

Di sisi lain, pemerintah juga sudah berupaya menggerakkan petani lokal untuk mengembangkan dua komoditas tersebut. Namun hasilnya, belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Apalagi tidak semua hasil panen dijual ke pasar. Karena sebagian, sengaja disisihkan sebagai bibit untuk ditanam kembali. Bahkan melalui APBD dan APBN, pemerintah terus memberikan bantuan bibit bawang merah serta cabe,” tandasnya.(redaksi)

Berita Terkait