Hingga Juni 2019 Royalti Pertambangan Tembus Rp1,2 Triliun

Ermal Subhan

PALANGKA RAYA – Pemprov Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali menunjukkan eksistensinya. Pasalnya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari royalti pertambangan, hingga Juni 2019 sudah tembus sebesar Rp1,2 triliun, atau melebihi target yang ditetapkan sebesar Rp1 triliun lebih.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalteng Ermal Subhan, Rabu (3/7/2019), menjelaskan, target royalti dari kegiatan pertambangan di Kalteng pada 2019 senilai Rp1.040.194.570.000. Namun per 31 Juni 2019, perolehan dari sektor tersebut telah melampaui target, yakni mencapai Rp1,2 triliun lebih.

Kendati demikian, dia meyakini pencapaian royalti sektor pertambangan itu akan terus meningkat hingga akhir 2019.

“Pemasukan daerah dari royalti pertambangan tahun ini kita perkirakan bisa mencapai Rp2,07 triliun. Terutama jika cuaca mendukung untuk kegiatan pertambangan,” ujar mantan Plt Bupati Kapuas dan Kadis Pertambangan Kotim ini.

Menurut Ermal, angka tersebut melanjutkan peningkatan royalti sektor pertambangan untuk PAD Kalteng dari tahun ke tahun. Bahkan data pada Dinas ESDM menyebutkan, pada 2016 pemasukan dari sektor pertambangan tercatat senilai Rp9,51 miliar.

Selanjutnya pada 2017, terjadi peningkatan secara signifikan, yakni menjadi Rp1,73 triliun. Kemudian pada 2018, sektor itu memasok PAD Kalteng senilai Rp2,08 triliun.

Ermal menambahkan, ada beberapa hal yang menjadi faktor peningkatan pemasukan daerah dari royalti pertambangan. Di antaranya keberanian jajaran pemerintah daerah, khususnya dinas-dinas terkait dalam melakukan pengawasan dan penekanan kepada perusahaan pertambangan untuk mentaati peraturan, terutama dalam hal perimbangan pembagian hasil bagi daerah.

Faktor lainnya, terkait pembenahan regulasi sehingga investasi usaha bidang pertambangan di daerah menjadi lebih mudah dibanding sebelumnya. Kemudahan regulasi dan pengetatan pengawasan kegiatan pertambangan, merupakan bagian dari prioritas kerja Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran sejak menjabat sebagai kepala daerah. (il/red)

Berita Terkait