Jangan Eksploitasi Bajakah Secara Sembarangan

Dr Andrie Elia SE MSi

PALANGKA RAYA – Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Dr Andrie Elia SE MSi mengimbau kepada masyarakat di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), jangan mengeksploitasi tanaman Bajakah secara sembarangan.

“Saya mengimbau kepada masyarakat, jangan sembarangan mengeksploitasi Bajakah. Karena untuk obat, harus ada aturan penggunaannya. Saat ini, Bajakah yang ramai diperbincangkan itu, belum diteliti lebih lanjut kandungannya. Kalau untuk obat, harus berapa kali minumnya dalam sehari,” kata Andrie Elia, Selasa (20/8/2019).

Ia berharap kepada masyarakat di Bumi Tambun Bungai untuk menahan diri dan tidak membabat habis tumbuhan Bajakah. Apalagi saat ini belum ada lokasi pembudidayaan Bajakah. Bahkan jika sembarangan, bisa saja yang diambil bukan tanaman Bajakah, tapi jenis yang bisa membahayakan.

Saat ini, tanaman Bajakah ramai diperbincangan. Bahkan, masyarakat juga mulai memperjualbelikan Bajakah.

Bajakah viral sejak dua siswi asal Kota Palangka Raya memperkenalkan akar tanaman Bajakah Tunggal dalam bentuk bubuk teh sebagai obat penyembuh kanker payudara dalam ajang World Invention Creativity (WICO) di Seoul, Korea Selatan Juli lalu.

Tanaman Bajakah jadi buah bibir masyarakat, karena dikatakan mampu menyembuhkan sel kanker payudara.

Pemerintah Provinsi Kalteng sendiri, saat ini bahkan telah mengeluarkan aturan untuk sementara melarang pengiriman Bajakah ke luar Kalteng.

Diketahui, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdik) Mohamad Nasir, menyarankan adanya penelitian lebih lanjut tentang Bajakah. Menristekdikti merekomendasikan UPR sebagai tempat untuk menggelar penelitian lanjutan tentang Bajakah.

“Lakukan riset tentang Bajakah. Laboratoriumnya di Universitas Palangka Raya,” kata M Nasir di Jakarta, Jumat (16/8/2019) lalu.

Pihaknya sangat mengapresiasi hasil yang telah dilakukan anak Indonesia tersebut hingga diakui dunia.(yfd/red)

Berita Terkait