Jangan Kesampingkan Masyarakat Dayak

Ketua Umum FIDN Pusat Dr Yovinus (paling kanan) berfoto bersama Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi, Sekretaris MADN dan tokoh Dayak lainnya pada Rakernas FIDN di Jakarta, belum lama ini.

PALANGKA RAYA – Forum Intelektual Dayak Nasional (FIDN) tidak mempersoalkan pemerintah pusat memilih Provinsi Kalimantan Timur sebagai lokasi Ibu Kota Negara (IKN) Indonesia yang baru.

“Kita tetap bersyukur Pulau Kalimantan terpilih menjadi lokasi Ibu Kota Negara Indonesia yang baru,” kata Ketua Umum FIDN Pusat Dr Yovinus kepada uprjayaraya.com di Palangka Raya, Selasa (3/9/2019).

Ia menjelaskan, pemerintah pusat tentunya sudah melakukan kajian dan analisis. Sehingga menentukan lokasi yang cocok untuk daerah IKN Indonesia di Kalimantan.

“Harapan kita adalah dengan pemindahan ibu kota negara Indonesia ke lokasi yang baru itu, jangan sampai mengesampingkan masyarakat daerah. Pemerintah harus memprioritaskan masyarakat asli Kalimantan untuk berperan lebih luas. Jangan sampai masyarakat asli Kalimantan tersisihkan,” tandasnya.

Tidak hanya itu, Yovinus mengaku, FIDN siap membantu jika pemerintah pusat dalam melakukan berbagai kajian berkaitan di berbagai bidang seperti di bidang teknik, budaya, kimia, fisika, bahasa dan lain sebagainya.

“Organisasi ini terus berupaya mengumpulkan intelektual Dayak. Sehingga bisa berperan dalam pembangunan nasional,” jelasnya. (yfd/red)

Berita Terkait