Juni 2019, Perbankan Kalteng Alami Pertumbuhan

Kepala Perwakilan BI Kalteng Rihando (tengah) didampingi Deputi Kepala Perwakilan BI Kalteng, memberikan keterangan pers tentang perkembangan ekonomi Kalteng medio Juni 2019.

 

PALANGKA RAYA – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalteng menyebut, kondisi perbankan di Bumi Tambun Bungai pada Juni 2019 mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan itu, tercermin dari indikator utama perbankan, yaitu aset dan Dana Pihak Ketiga (DPK).

Kepala Perwakilan BI Kalteng Rihando kepada wartawan belum lama tadi, menjelaskan, selain mengalami pertumbuhan, rasio intermediasi perbankan juga juga mengalami peningkatan. Bahkan rasio kualitas pembiayaan perbankan, juga masih terjaga di level aman.

“Aset perbankan Kalteng pada Juni 2019 sebesar Rp36,79 triliun atau naik dibanding bulan sebelumnya yang tercatat sebesar Rp36,78 triliun. Komponen DPK juga mengalami peningkatan sebesar Rp26,18 triliun, atau naik dari bulan sebelumnya tercatat sebesar Rp25,62 triliun,” terangnya.

Di sisi lain, tambah Rihando, komponen kredit mengalami penurunan relatif kecil berdasarkan lokasi proyek dan lokasi bank. Karena di Juni 2019, baik itu lokasi proyek dan lokasi bank mengalami penurunan -1,28 persen (mtm) dan -0,26 persen (mtm).

Sementara Rasio Intermediasi Perbankan (LDR) Kalteng pada Juni 2019 tercatat sebesar 103,83 persen (lokasi bank) dan sebesar 204,08 persen (lokasi proyek).

Artinya mengalami penurunan dibanding posisi Mei 2019, yang tercatat sebesar 106,77 persen (lokasi bank) dan sebesar 212,03 persen (lokasi proyek).

“Penurunan LDR ini disebabkan indikator DPK yang mengalami kenaikan lebih baik dibanding dengan indikator kredit yang mengalami penurunan pada Juni 2019,” tandasnya.

Lebih lanjut Rihando menuturkan, rasio kualitas pembiayaan perbankan, yaitu Non Performing Loan (NPL) untuk lokasi bank pada Juni 2019 tercatat stabil di angka 0,01 persen, jika dibanding Mei 2019 NPL sebesar 0,01 persen.

Sedangkan NPL kredit untuk lokasi proyek, sedikit mengalami peningkatan sebesar 1,95 persen, karena NPL pada Mei 2019 tercatat 1,70 persen.

“Meski mengalami peningkatan, risiko kredit di Kalteng masih terjaga pada level aman,” pungkas Rihando. (il/red)

Berita Terkait